Suara mesin berat masih menggema di Lembah Anai, Kamis siang (18/2/2025). Di tengah hiruk-pikuk itu, Presiden Prabowo Subianto turun langsung melihat perkembangan perbaikan jalan nasional Padang-Bukittinggi yang porak-poranda diterjang banjir bandang.
Beliau tiba sekitar pukul 11.24 WIB. Langsung disambut dengan penjelasan, termasuk lewat sebuah spanduk informasi yang diperlihatkan kepadanya. Rupanya, ini bukan kali pertama Prabowo datang ke Sumatera Barat untuk meninjau dampak bencana. Sebelumnya, awal Desember lalu, dia sudah mendatangi posko pengungsian korban di Padang Pariaman.
Kali ini, fokusnya adalah akses jalan vital yang putus. Tapi kondisi di lokasi sudah jauh berbeda. Ruas jalan yang rusak parah di dekat air terjun ikonik itu kini terlihat lebih tertata. Permukaannya sudah dibeton dan rata, memungkinkan kendaraan roda dua maupun empat untuk lalu-lalang dua arah.
Meski begitu, pekerjaan belum sepenuhnya usai. Di beberapa titik, cor beton masih ditopang papan kayu. Di tepi sungai, ekskavator dan alat berat lain masih sibuk bekerja. Bunyi pengebor dan aktivitas para pekerja memenuhi udara, tanda pembangunan terus berjalan.
Presiden tampak cermat mengecek. Dia turun mendekati sungai di pinggir jalan, mengamati langsung kondisi tanah dan aliran air. Dalam peninjauan ini, Wamen PU Diana Kusmastuti mendampingi langkahnya.
Tak sendirian, rombongan yang mendampingi Presiden cukup lengkap. Terlihat Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Dari jajaran menteri, hadir Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Kehadiran pimpinan TNI dan Polri juga menonjol. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut berada di lokasi. Kepala BNPB Letjen Suharyanto pun ada di sana, mengawasi dari dekat.
Dari pemerintah daerah, Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy tentu tak absen. Unsur legislatif diwakili Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar.
Kunjungan ini jelas memberi sinyal. Pemerintah pusat serius menangani pemulihan infrastruktur kritis pascabencana. Dan semua mata, terutama warga yang sehari-hari bergantung pada ruas itu, menunggu hasil akhirnya.
Artikel Terkait
Pria Cekik Pacar Gelap hingga Tewas Gegara Ditagih Janji Belikan Cincin dan Tas, Jasad Dibuang di Semak-Semak
Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Tiga Tewas Akibat Bangunan Runtuh di Caracas
Gempa Kembar Magnitudo 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 32 Tewas dan Ratusan Luka-luka
Menkes: Ada Dokter Berpenghasilan Miliaran per Bulan, Ada yang Cuma Ratusan Ribu