Akun Aktivis Greenpeace Indonesia Diretas Usai Debat Tolak Aktivitas Tambang dengan Ketua PBNU

- Kamis, 19 Juni 2025 | 05:30 WIB
Akun Aktivis Greenpeace Indonesia Diretas Usai Debat Tolak Aktivitas Tambang dengan Ketua PBNU


Akun WhatsApp juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik sempat diretas oleh oknum tak bertanggung jawab.

Iqbal Damanik selama ini dikenal sebagai sosok aktivis Greenpeace yang vokal menolak tambang nikel di kawasan Raja Ampat.

Nama Iqbal Damanik sempat viral usai berdebat sengit dengan Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla alias Gus Ulil di program Rosi Kompas TV beberapa waktu lalu.

Saat itu Gus Ulil mengaitkan sikap pegiat lingkungan yang menolak total penambangan itu dengan Wahabisme. 

Atas pernyataannya itu, Gus Ulil sempat mendapakan sorotan tajam dari publik, sementara Iqbal Damanik mendapatkan dukungan penuh usai ketegasannya memperjuangkan ekosistem alam di Indonesia.

Iqbal Damanik Saat Debat Tolak Aktivitas Tambang dengan Ketua PBNU

Setelah namanya viral, kabar kurang menyenangkan justru dialami oleh juru kampanye Greenpeace tersebut.

Akun WhatsApp Iqbal Damanik sempat diretas oleh oknum tak bertanggung jawab.

Kabar tersebut diinformasikan melalui akun X @GreenpeaceID pada Selasa, 17 Juni 2025.

“Kawan-kawan, ada yang coba mengambil alih akun Whatsapp Iqbal Damanik, Juru Kampanye Hutan Greenpeace. Jika ada yang menerima pesan mohon abaikan dan jika ingin menghubungi, bisa coba jalur lain ya,” tulis akun tersebut dikutip pada Rabu, 18 Juni 2025.

Kabar tersebut langsung mendapat sorotan dari netizen. Peretasan nomor WhatsApp Iqbal Damanik dikaitkan dengan debatnya beberapa waktu lalu dengan Gus Ulil.

Juru Kampanye Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik

“Serangan terhadap aktivis lingkungan itu nyata. Bukan cuma soal tanah dan hutan, tapi juga nyawa dan akses komunikasi mereka. Solidaritas penuh untuk Bang Iqbal dan semua pejuang bumi. Kita harus lebih waspada, lebih bersuara, dan lebih terorganisir,” tulis akun @Roht***

“Ngeri ya. Habis debat bukannya pemerintah ni mikir malah begini. Dengan begini harusnya mereka sadar, kepercayaan makin ilang,” ujar akun @strai***

“Udah gabisa ngelawan pakai data, retas salah satu jalan keluarnya cuihhh,” komen akun @wali***

“Kejam kali geng tambangnya si @ulil,” ujar akun @paris***

Namun beruntungnya, meski hampir alami peretasan, aku WhatsApp Iqbal Damanik kini sudah bisa kembali pulih.

“Kawan-kawan, terima kasih atas pesan-pesan dukungannya. Syukurlah akun WhatsApp Iqbal Damanik sudah kembali. Stay safe semuanya, tetap saling jaga,” tulis akun Greenpeace.

Debat Iqbal Damanik Vs Gus Ulil Viral

Sebelumnya debat soal aktivitas tambang antara Iqbal Damanik dan Gus Ulil yang ditayangkan di program Rosi Kompas TV viral.

Gus Ulil menyebut tindakan yang dilakukan para aktivis lingkungan dikaitkan dengan Wahabisme.

Mulanya Iqbal meminta Gus Ulil menunjukkan apakah ada bukti yang menunjukkan bahwa wilayah pertambangan di Indonesia bisa mengembalikan lingkungan seperti semula.

Alih-alih mendukung para aktivis, Gus Ulil justru heran dengan sikap aktivis lingkungan yang begitu keras ingin mengembalikan ekosistem lingkungan.

“Pertanyaan baliknya adalah kenapa Anda begitu peduli untuk mengembalikan ekosistem awal?” ujar Gus Ulil dikutip dari Instagram @/rosi_kompastv pada Rabu, 18 Juni 2025.

Ia juga mengaitkan tindakan para aktivis lingkungan dengan Wahabisme.

“Ini yang saya sebut dengan Wahabisme. Wahabisme itu artinya gini, orang Wahabi itu, begitu kepenginnya menjaga kemurnian teks, sehingga teks tidak boleh disentuh sama sekali, harus puritan,” ujarnya.

Pernyataan Gus Ulil itu belakangan viral hingga membuat publik memberikan sorotan tajam kepadanya.

Apa Itu Greenpeace Indonesia?

Greenpeace Indonesia merupakan sebuah organisasi yang bertujuan melindungi alam dari seluruh ancaman global.

Salah satu masalah nasional yang tengah diperjuangkan Greenpeace Indonesia adalah terkait aktivitas penambangan nikel di kawasan Raja Ampat.

Seperti diketahui kawasan Raja Ampat yang dikenal sebagai The Last Paradise alias Surga Terakhir merupakan salah satu objek wisata alam dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa.

Adanya aktivitas penambangan nikel turut merusak ekosistem dan keindahan alam di sekitar Raja Ampat.

Hal tersebut membuat para aktivis mengambil langkah-langkah untuk bisa menyelamatkan Surga Terakhir yang dimiliki Indonesia.

Greenpeace juga menyerukan kampanye #SaveRajaAmpat yang berhasil mendapat dukungan publik secara luas.

Sumber: suara
Foto: Iqbal Damanik dan Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla (YouTube)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Bodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Tayang: Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB Tribun XBaca tanpa iklan Editor: Desy Selviany zoom-inBodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Kompas.com/ Acep Nazmudin A-A+ KADES KOHOD ARSIN -- Kepala Desa Kohod, Arsin saat meninjau area laut yang memiliki SHGB dan SHM, di Desa Kohod, kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025) (foto kiri) dan (kanan) suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/1/2025). 400 warga Desa Kohod memburu Arsin yang kini tidak diketahui keberadaannya usai rumahnya digeledah Bareskrim. (Acep Nazmudin/ Kompas.com ) WARTAKOTALIVE.COM - Saking percaya diri dengan majikannya Kepala Desa Kohod, Arsin, seorang bodyguard atau Paspamdes disebut hingga sesumbar rela potong leher. Sesumbar seorang bodyguard Kepala Desa Kohod Arsin itu diceritakan oleh Henri Kusuma, penasihat hukum warga korban pagar laut seperti dimuat Tribunnews.com melalui BangkaPos Jumat (13/2/2025). Henri Kusuma mengungkapkan peringai Arsin bak Raja apabila berhadapan dengan rakyat jelata di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejak menjabat pada 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya. Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Di mata warga Kohod, Arsin seperti monster. Apapun yang dia bilang harus diikuti warga. Arogan, kata Henri Kusuma. Saking arogannya, Arsin sangat percaya diri tidak akan bisa ditangkap oleh siapapun dalam kasus pagar laut ini. BERITA TERKAIT Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara - TribunnewsTribunnews.com Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi - TribunnewsTribunnews.com Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka - TribunnewsTribunnews.com Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi - TribunnewsTribunnews.com Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement - TribunnewsTribunnews.com Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok - TribunnewsTribunnews.com Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda - TribunnewsTribunnews.com Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat - TribunnewsTribunnews.com Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat Hal itu juga dikatakan oleh Arsin dan para antek-anteknya saat menemui Henri dan tim beberapa waktu yang lalu. Bahkan dia menantang Presiden untuk menangkapnya usai polemik pagar laut mencuat ke publik. Baca juga: Pengacara Kades Kohod Tegas Membantah Arsin Palsukan Surat Izin Pagar Laut Tangerang “Dia bilang sambil tangan sambil menepuk dada kiri, ‘Enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun presiden.’ Itu yang dia katakan,” ujar Henri menirukan ucapan Arsin. Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap penuh percaya diri. Bahkan seorang Bodyguard Arsin menantang potong leher apabila majikannya tertangkap. Bodyguard-nya bilang begitu juga, Iris kuping gue kalau Arsin (bisa) ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati. Itu kata paspamdesnya tuh, kata Henri sembari menirukan ucapan anak buah Arsin. Sebelum masalah pagar laut ini muncul, Henri mengatakan dua orang suruhan Arsin sempat mendatanginya dan meminta agar masalah ini tidak dibawa lebih jauh, bahkan menawarkan ganti rugi tanah warga yang terdampak. Namun, setelah laporan banyak yang masuk, Arsin dan sekretaris desanya, Ujang Karta, justru menghindar dan menolak bertemu. Ketika saya ajak ketemu, mereka tidak mau. Kami sudah lapor ke banyak tempat. Saya bilang, sudah terlambat, sebentar lagi Arsin akan jadi tersangka, tegas Henri. Hingga berita diturunkan, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi Arsin dan masih berusaha meminta tanggapan dari Arsin perihal pengakuan dari Henri Kusuma ini

Terkini