Suasana di sepanjang Jalan Malioboro, Kamis siang itu, benar-benar berbeda. Bukan cuma ramai oleh wisatawan seperti biasa, tapi juga dipenuhi puluhan gerobak angkringan berjejer. Ini adalah puncak perayaan hari ulang tahun ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Keraton sekaligus Gubernur DIY. Dan cara merayakannya? Dengan menggelar pesta rakyat berupa bagi-bagi 16.000 porsi nasi kucing secara gratis.
Gerobak-gerobak itu, sebanyak 80 unit, tak cuma berjubel di satu tempat. Mereka disebar dari titik-titik di Malioboro hingga menjorok ke kawasan Alun-alun Utara. Sejak dibuka, antrean warga langsung mengular. Semua bergerak cepat begitu giliran mereka tiba, mengambil nasi kucing, gorengan, aneka sate, dan jajanan khas angkringan lainnya. Suasananya riuh rendah, penuh tawa.
Menurut sejumlah saksi, makanan yang disediakan itu ludes dalam waktu singkat. Bayangkan saja, ribuan porsi habis tak bersisa. Malioboro yang memang sudah selalu ramai, jadi tambah semarak oleh gelaran makan gratis ini.
Antusiasme masyarakat terlihat nyata. Salah satunya datang dari Fardi, seorang pengunjung yang jauh-jauh datang dari Menteng, Jakarta Timur.
"Kami senang sekali bisa dapat makanan gratis, ada sate, kue, gorengan, semuanya gratis. Kami sangat senang dan tetap mendoakan semoga Sultan Hamengku Buwono X tetap sehat, sejahtera, dan bahagia," ujarnya.
Ucapan Fardi sepertinya mewakili perasaan banyak orang yang hadir. Di sisi lain, acara ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Lebih dari itu, ia jadi momen kebersamaan yang langka, menyatukan berbagai kalangan untuk merayakan hari bahagia seorang pemimpin yang sangat dihormati. Sebuah perayaan ulang tahun yang sederhana dalam penyajian, tapi sarat makna.
Artikel Terkait
Kebakaran Landa Auditorium Kampus Binus Cakra Jakarta Barat, 11 Mobil Damkar Dikerahkan
Menkeu Yakin IHSG Akan Menguat di Tengah Pelemahan Rupiah dan Ketegangan Global
Kejagung Tetapkan Pengusaha Tambang Sudianto Alias Aseng Tersangka Korupsi IUP di Kalbar
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Universitas Janabadra Diluncurkan Tepat 28 Tahun Jatuhnya Orde Baru