Api masih membara di kawasan PT Hindoli, Keluang, Musi Banyuasin. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 11 sumur minyak ilegal dilalap si jago merah dalam kejadian yang menggemparkan itu. Sampai sekarang, polisi masih berburu para pemiliknya.
Menurut sejumlah saksi, ledakan pertama sudah terdengar sejak Selasa malam lalu. Tapi, kobaran api ternyata belum berhenti. Bahkan, sempat muncul lagi beberapa saat setelahnya. Suasana di lokasi pun mencekam, dipenuhi asap hitam pekat dan bau menyengat bahan bakar.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, Kompol Putu Suryawan, mengonfirmasi hal ini. Dia menyebut tim gabungan dari Ditreskrimsus Polda Sumsel, Polres Muba, dan Polsek Keluang masih turun tangan.
"Anggota Ditreskrimsus Polda Sumsel bergabung dengan Polres Muba saat ini masih memburu pelaku atau pemilik sumur yang terbakar, dan olah TKP masih dilakukan saat ini,"
Ucapnya, Jumat kemarin. Menariknya, polisi sebenarnya sudah punya nama-nama yang dicurigai. Beberapa inisial seperti M, R, K, dan I sudah masuk dalam daftar buruan. Tapi, tentu saja, mereka belum mau menyebut lebih detail.
Kerugiannya nggak main-main. Selain belasan sumur minyak, api juga menghanguskan delapan mobil pikap, satu truk, dan beberapa sepeda motor yang kebetulan ada di lokasi. Barang-barang itu seperti habis dilalap api dalam sekejap.
Di sisi lain, operasi penyisiran terus digencarkan. Tim gabungan masih mendata dan memeriksa lokasi-lokasi lain yang diduga jadi sarang sumur ilegal. Mereka khawatir, masih ada titik-titik serupa yang berpotensi meledak kapan saja.
"Anggota masih melakukan penyisiran terhadap lokasi-lokasi lainnya yang diindikasikan terdapat sumur ilegal," tambah Putu.
Kejadian ini kembali menyoroti maraknya praktik penambangan minyak liar di daerah tersebut. Warga sekitar pun diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan. Soalnya, selain merugikan negara, operasi ilegal semacam ini jelas membahayakan keselamatan banyak orang.
Artikel Terkait
Ombudsman Dorong Santir dan Pesantren Laporkan Maladministrasi Tanpa Ragu
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Perusakan Lapas Narkotika Bolangi Gowa
Pemuda di Buleleng Bakar Kandang Sapi dan Mobil Gegara Cinta Ditolak
Wakil Ketua Komisi XIII DPR: Bantuan Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sudah Lazim Sejak Era Sebelumnya