SulawesiPos.com – Kritik keras dilayangkan pemerintah Tiongkok. Sasaran mereka? Kebijakan sepihak Amerika Serikat yang memblokade jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz. Langkah Washington ini dinilai Beijing bukan cuma berbahaya, tapi juga tak bertanggung jawab.
Melalui Kementerian Luar Negeri, Tiongkok memperingatkan bahwa blokade itu berpotensi memicu ketegangan kawasan yang lebih parah. Menurut mereka, situasi yang sudah panas malah bisa makin runyam.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, tak ragu menyebut kebijakan AS itu kontraproduktif. Alih-alih membawa damai, justru sebaliknya.
"China percaya bahwa hanya dengan mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan mengakhiri perang, kita dapat secara mendasar menciptakan kondisi untuk meredakan situasi di selat," tegas Guo.
Blokade yang mulai berlaku Senin lalu itu, di mata Beijing, mengancam situasi gencatan senjata yang memang sudah rapuh. Mereka mendesak semua pihak untuk kembali ke meja dialog. Stabilitas kawasan, kata mereka, harus dijaga.
"China mendesak semua pihak untuk mematuhi pengaturan gencatan senjata, fokus pada arah umum dialog dan pembicaraan damai, serta memulihkan lalu lintas normal di selat sesegera mungkin," lanjutnya.
AS Perketat Akses ke Pelabuhan Iran
Jadi, apa sebenarnya yang dilakukan AS? Kebijakan blokade dijalankan oleh US Central Command (Centcom). Intinya, mereka membatasi ketat kapal-kapal yang mau masuk atau keluar dari pelabuhan Iran.
Artikel Terkait
Profesor Sembiring Bantah Tudingan Swasembada Bohong, Soroti Data Surplus Beras
Pemerintah Tegaskan Jalur Haji Furoda 2026 Resmi Ditutup
Keluarga Korban Peluru Nyasar di Gresik Laporkan Keterhambatan Proses ke DPRD Jatim
Atlético Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Tekuk Barcelona