SURABAYA – Pencarian keadilan membawa keluarga korban peluru nyasar ke Gedung DPRD Jawa Timur, Selasa lalu. Mereka datang dengan harapan, tapi juga dengan beban yang terasa berat. Kasus ini diduga terkait latihan menembak anggota Marinir di Karangpilang, Surabaya.
Di hadapan para anggota dewan, Dewi Murniati, ibu dari DFH yang masih 14 tahun, tak bisa lagi menahan tangis. Suaranya terputus-putus saat menceritakan ulang kejadian yang menimpa anaknya. Dia bukan cuma melaporkan insidennya, tapi juga mengadu soal proses penyelesaiannya yang terasa berjalan di tempat, tanpa kejelasan yang memadai.
Menurut pengakuannya, tekanan sempat mereka rasakan selama kasus ini ditangani. Ada permintaan agar peristiwa ini tak disebarluaskan ke publik. Bahkan, keluarga justru diminta untuk membuat surat permohonan maaf kepada institusi terkait. Situasi yang tentu saja menambah luka.
Hingga saat ini, upaya mereka untuk mendapatkan pertanggungjawaban yang jelas belum membuahkan hasil. Rasanya seperti berjalan dalam lingkaran.
“Yang saya utamakan adalah upaya penyembuhan anak saya sampai tuntas,” ujar Dewi.
Artikel Terkait
Profesor Sembiring Bantah Tudingan Swasembada Bohong, Soroti Data Surplus Beras
Pemerintah Tegaskan Jalur Haji Furoda 2026 Resmi Ditutup
Atlético Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Tekuk Barcelona
Muadzin di Pasuruan Jadi Korban Pencurian Motor Saat Hendak Azan Subuh