Merespon kejadian ini, pemerintah setempat pun angkat bicara. Mereka mengimbau keras.
Memang, kesadaran kolektif adalah kunci utamanya. Tanpa dukungan warga, upaya sekeras apa pun dari petugas bakal sia-sia belaka. Partisipasi dalam kerja bakti rutin di tingkat RT/RW juga sangat dibutuhkan.
Lebih Dari Sekadar Aksi Seremonial
Meski pembersihan ini berhasil mengurangi tumpukan, semua pihak sadar, ini bukan solusi akhir. Butuh pendekatan jangka panjang. Edukasi yang konsisten, fasilitas pengelolaan sampah yang lebih memadai, dan penegakan aturan harus diperkuat. Sistem pengelolaan sampah terpadu kota harus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak berulang.
Di lain pihak, perubahan harus dimulai dari rumah. Masyarakat perlu bijak mengelola sampahnya sendiri.
Pada akhirnya, viralnya kanal di Karuwisi ini adalah alarm. Pengingat bahwa lingkungan kita masih sakit. Kolaborasi petugas dan warga itu bagus, solusi cepat yang diperlukan. Tapi yang lebih penting adalah perubahan perilaku sehari-hari. Dengan kesadaran bersama, bukan mustahil Makassar bisa lebih bersih dan terbebas dari ancaman sampah yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan ini.
Artikel Terkait
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba
Pertamina Tegaskan Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Sebut Informasi Biaya adalah Hoaks
Pemerintah Buka Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Berstatus Pegawai BUMN
Pemprov Sulsel Godok Mutasi 314 Guru untuk Atasi Ketimpangan Distribusi