"Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam dan telah meminta keterangan dari sejumlah guru yang berada di lokasi saat kejadian," ujarnya.
Polisi bergerak cepat. Tim langsung turun ke TKP, mengamankan sisa-sisa komponen senapan rakitan yang hancur itu untuk diteliti. Garis polisi masih terpasang di lapangan sekolah, mengingatkan semua orang bahwa penyelidikan belum usai. Yang jadi pertanyaan besar sekarang: bagaimana prosedur pengawasannya? Ade Irsyam menyebut pihaknya masih mendalami hal itu.
Di sisi lain, dampak psikologisnya luar biasa. Bayangkan, anak-anak seusia mereka menyaksikan temannya sendiri tewas secara tiba-tiba. Trauma itu nyata. Menyikapi hal ini, Polres Siak tak cuma fokus pada barang bukti. Mereka juga menerjunkan tim psikolog untuk melakukan trauma healing bagi siswa dan guru yang terguncang.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat masih tutup mulut. Belum ada pernyataan resmi yang menjawab kekhawatiran publik tentang standar keamanan praktikum, apalagi yang melibatkan alat berisiko tinggi. Investigasi terus berlanjut, sementara keluarga berduka dan sebuah komunitas sekolah berusaha bangkit dari keterkejutan yang mendalam.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi OTT
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi di Jatim
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga