Netanyahu: Lebanon Bukan Bagian dari Gencatan
Sejak awal, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah bersuara lantang. Gencatan senjata, katanya, tidak berlaku untuk Lebanon. Pernyataan itu bukan omong kosong. Terbukti dari gelombang serangan intensif yang dilancarkan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Gempuran terbaru ini dilaporkan menelan banyak korban. Menteri Pertahanan Israel menyebut targetnya adalah infrastruktur milik Hizbullah.
Namun begitu, kelompok Hizbullah membalas dengan pernyataan keras. Mereka menegaskan masih punya "hak untuk merespons" setiap agresi yang datang.
Korban Berjatuhan dan Situasi Semakin Suram
Di Lebanon, kabar yang datang suram sekali. Menteri Kesehatan setempat, Rakan Nassereddine, melaporkan puluhan orang tewas. Ratusan lainnya luka-luka akibat serangan terbaru.
Angka itu diprediksi masih akan naik, mengingat proses evakuasi di daerah-daerah terdampak masih berlangsung kalang-kabut. Situasi ini jelas memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah menyelimuti Lebanon sejak Maret lalu.
Konflik yang tak kunjung reda ini telah merenggut ribuan nyawa. Jutaan warga lainnya terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah mereka yang hancur. Sebuah panorama pilu yang sepertinya belum akan berakhir.
Artikel Terkait
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Pelatih PSM Akui Laga Kontra PSIM di Yogyakarta Akan Berat dan Sulit