Dari pengakuan pelaku, kejadiannya jauh lebih awal. Pembunuhan sadis itu sudah terjadi pada Sabtu, 28 Maret lalu, di Desa Danau Belidang. AF mengaku menghabisi nyawa ibunya menggunakan senjata tajam. Tak berhenti di situ, ia kemudian memutilasi jenazah, memotong-motongnya, lalu memasukkan semuanya ke dalam tiga karung plastik.
Untuk menutupi perbuatannya, karung-karung berisi potongan tubuh itu ia bawa ke kebun di Desa Karang Dalam dan dikubur. Ia pikir semua akan beres. Tapi ternyata, tanah itu justru membongkar kejahatannya.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan komitmennya.
tegas Nandang.
Saat ini, proses penyidikan masih terus berjalan. Kasat Reskrim Polres Lahat, Muhammad Ridho Pradani, menjelaskan bahwa seluruh tahapan mulai dari olah TKP, evakuasi, hingga pemeriksaan saksi dan visum telah dilakukan. Timnya kini fokus melengkapi berkas dan mendalami setiap detail kasus agar proses hukum bisa berjalan optimal. Sebuah tragedi keluarga yang berakhir begitu kelam, semua bermula dari emosi dan jeratan judi online.
Artikel Terkait
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya
Menteri Pertanian Soroti Rembesan Gula Rafinasi yang Rugikan Petani dan BUMN