"Untuk pekerjaan yang masih bisa sedikit ditunda, akan kita kerjakan bertahap di 2027 dan 2028. Tentu dengan koordinasi yang baik bersama pemerintah daerah," imbuhnya.
Nah, soal peran pemda ini juga ditekankan oleh Tito yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Ia meminta pemerintah daerah turut bergerak cepat, apalagi dana Transfer Ke Daerah (TKD) untuk wilayah terdampak sudah dicairkan. Angkanya tidak kecil, mencapai Rp10,6 triliun untuk kabupaten dan kota di tiga provinsi terdampak.
"Saya sudah terbitkan edaran terkait penggunaan dana itu untuk penanggulangan bencana. Intinya, pusat bergerak, satgas bergerak, kementerian/lembaga lain juga, pemda harus ikut bekerja," tutup Tito.
Dengan skema gotong royong seperti itu, harapannya pemulihan pascabencana yang menelan ribuan korban jiwa ini bisa berjalan sesuai target. Tiga tahun mungkin terasa lama bagi korban yang masih berjuang, namun setidaknya sudah ada peta jalan yang jelas.
Artikel Terkait
Malaria dan Sikap Dingin Belanda Renggut Nyawa Ibu Mertua Soekarno di Pengasingan Ende
Standing Ovation dari Tifosi Inter untuk Bastoni di Tengah Sorotan Negatif
Kiper Bosnia Curi Catatan Penalti Donnarumma, Picu Kontroversi di Laga Internasional
Mahasiswa Blokade Flyover Makassar, Tuntut Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras