Tavares Hadapi Bayangan Rekor Buruk Lawan Hodak di Duel Persebaya vs Persib

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:00 WIB
Tavares Hadapi Bayangan Rekor Buruk Lawan Hodak di Duel Persebaya vs Persib

SURABAYA Sepak bola itu tak cuma soal taktik atau kualitas pemain belaka. Ada hal-hal lain yang sering luput dari pandangan: memori, catatan masa lalu, dan rekor pribadi yang diam-diam menciptakan tekanan tersendiri. Itu semua bisa membentuk psikologi seorang pelatih, bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Nah, menjelang laga panas melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo nanti Senin, Persebaya Surabaya punya misi yang jelas: menjaga marwah kandang. Tapi, ada cerita lain yang lebih personal buat pelatih mereka, Bernardo Tavares. Ada beban yang belum tuntas: rekor pertemuannya melawan Bojan Hodak.

Buat suporter Surabaya, ini cuma duel klasik biasa. Gelora Bung Tomo pasti akan berubah jadi kawah emosi lagi. Tapi bagi Tavares, dimensinya beda. Ada beban statistik yang mengganjal.

Dalam lima pertemuan sebelumnya melawan tim asuhan Hodak, Tavares belum pernah menang. Catatannya: tiga kali imbang, dua kali kalah. Angka di atas kertas mungkin biasa saja, tapi dalam kepala seorang pelatih, ini bisa jadi narasi yang mengganggu.

Dulu saat masih menangani PSM Makassar, dia dua kali imbang lawan Persib di musim 2023/2024 dan 2024/2025. Kekalahan juga pernah dia rasakan di Piala Presiden 2024, dengan skor 0-2. Bahkan di level Asia, saat Hodak membesut Kuala Lumpur City FC di AFC Cup 2022, tim Tavares cuma mampu imbang sekali sebelum dibantai 2-5.

Polanya jelas: Hodak sejauh ini selalu punya cara untuk meredam ide-ide Tavares.

Namun begitu, konteks sekarang sudah berubah total. Tavares sekarang ada di Persebaya. Karakter timnya berbeda, atmosfernya lain, dan yang paling kentara: dukungan Bonek di Gelora Bung Tomo. Itu faktor tak kasat mata yang bisa mengubah segalanya sejak peluit awal dibunyikan.

Tapi ya, atmosfer saja jelas tak cukup.

Masalah terbesar Persebaya justru datang dari performa mereka sendiri. Lihat saja laga terakhir melawan PSM. Mereka menciptakan 14 peluang, melepaskan 20 tembakan, tapi cuma menghasilkan satu gol. Itu masalah lama: produktif menyerang, tapi kurang tajam di depan gawang.

Persoalan ini makin berat karena lawan mereka adalah Persib, tim dengan pertahanan terkokoh di liga. Hingga pekan ke-23, Maung Bandung cuma kebobolan 11 gol. Melawan tim sekompak ini, peluang kedua hampir mustahil didapat. Setiap kesempatan harus dimanfaatkan.

“Mengenai penyelesaian akhir, kami sudah mencobanya dalam minggu terakhir,” ujar Tavares.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar