Nah, di dalam draf resolusi itu juga ada tuntutan keras. Iran didesak untuk segera menghentikan serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di kawasan itu. Banyak yang bilang, upaya ini krusial banget untuk menjaga stabilitas perdagangan global. Apalagi risiko konflik yang lebih luas sudah tercium di udara.
Memang, ketegangan sudah memuncak. Pemicunya adalah serangan AS dan Israel ke target di Iran akhir Februari lalu. Teheran pun tak tinggal diam, mereka balas menyerang. Eskalasi ini bikin suasana makin runyam, bahkan memicu blokade de facto di Selat Hormuz. Situasinya jadi serius sekali.
Goncangan di Pasar Energi Dunia
Dampaknya langsung terasa hingga ke seluruh dunia, terutama di pasar energi. Selat Hormuz itu kan jalur vital. Sebagian besar minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia harus melewati selat sempit ini.
Gangguan sekecil apapun di sana berimbas besar. Lihat saja, harga energi global langsung melonjak. Kekhawatiran akan krisis pasokan pun mulai menghantui banyak negara. Semua mata sekarang tertuju ke New York, menunggu keputusan Dewan Keamanan.
Artikel Terkait
Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran
Gattuso, Buffon, dan Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi, Status Siaga Dipertahankan
PSSI Tegaskan Semua Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Sah Secara Hukum