Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun

- Kamis, 26 Maret 2026 | 17:00 WIB
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun

BOGOR – Di sela-sela rapat terbatas di Hambalang, Rabu lalu, Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong hilirisasi. Program ini, katanya, adalah kunci untuk menguatkan ketahanan energi nasional ke depannya.

“Dari 20 proyek tahap awal, sebagian sudah groundbreaking,” ujar Bahlil usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ia melanjutkan, sisanya akan segera menyusul. Tak cuma itu, ada tambahan lagi 13 proyek hilirisasi yang sedang difinalisasi. Nilai investasinya? Cukup fantastis, sekitar 239 triliun rupiah.

Fokus pada Energi Alternatif

Namun begitu, hilirisasi bukan satu-satunya fokus. Pemerintah juga serius menggarap energi alternatif. Tujuannya jelas: mencapai swasembada energi.

Menurut Bahlil, Presiden Prabowo memberikan arahan khusus untuk mengoptimalkan semua potensi yang ada. Mulai dari etanol, biodiesel berbasis CPO, sampai percepatan pengembangan energi baru terbarukan.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO,” tegasnya.

Mengawasi Harga Komoditas

Di sisi lain, Bahlil juga menyoroti perkembangan harga komoditas. Batu bara dan nikel jadi perhatian utama. Sampai saat ini, kebijakan belum berubah. Tapi pemerintah terus memantau situasi pasar global dengan cermat.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar