Sultan Ibrahim Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Panas hingga Pertengahan Tahun

- Kamis, 26 Maret 2026 | 20:00 WIB
Sultan Ibrahim Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Panas hingga Pertengahan Tahun

Cuaca di Malaysia belakangan ini memang terik sekali. Panasnya bukan main, sampai menarik perhatian langsung dari Yang di-Pertuan Agong, Sultan Ibrahim. Beliau tak tanggung-tanggung, secara khusus mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih waspada.

Imbauan itu disampaikan melalui Kantor Pers Kerajaan, atau Royal Press Office, di Kuala Lumpur pada Kamis lalu. Intinya, Raja ingin rakyatnya bersiap-siap. Kondisi panas yang menyengat ini diprediksi bakal bertahan hingga pertengahan tahun, jadi bukan cuma sekadar gerah sehari dua hari.

“Penting untuk menjaga kesehatan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan,” pesan Sultan Ibrahim. Beliau juga menekankan soal kecukupan minum agar terhindar dari dehidrasi yang mengintai.

Tak cuma untuk masyarakat umum, perhatian khusus juga ditujukan ke sektor pendidikan. Raja meminta Kementerian Pendidikan Malaysia untuk betul-betul memprioritaskan keselamatan dan kesehatan para pelajar. Mengingat cuaca ekstrem ini bisa berlanjut sampai awal atau pertengahan Juni nanti, kewaspadaan di sekolah harus ditingkatkan.

Di sisi lain, ancaman lain yang tak kalah serius adalah kebakaran. Cuaca yang panas dan kering seperti sekarang ini rawan memicu api. Karena itu, Sultan Ibrahim meminta semua pihak terkait untuk siaga penuh.

Masyarakat pun diminta ikut berperan. Hindari membakar sampah atau melakukan pembakaran terbuka apa pun. Angin kencang ditambah hawa panas bisa membuat api merambat dengan cepat dan tak terkendali.

Kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak yang punya riwayat penyakit, juga dapat terkena dampak buruk. Mereka disarankan untuk tidak keluar rumah saat panas terik, demi mencegah komplikasi kesehatan yang tidak diinginkan.

Di akhir pernyataannya, Sultan Ibrahim menyampaikan apresiasi. Rasa terima kasih ditujukan kepada semua pihak yang tetap bekerja dan siaga menghadapi berbagai risiko dari fenomena cuaca ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar