Menurut Pahlevi, langkah ini bagian dari komitmen memperkuat konektivitas udara di Indonesia. “Extra flight ini di luar penerbangan berjadwal reguler. Jumlah extra flight ini masih berpotensi terus bertambah hingga periode angkutan lebaran berakhir pada 30 Maret 2026,” ujarnya.
Sebelumnya, pada puncak arus mudik tanggal 13 sampai 21 Maret, sudah ada sekitar 2.400 extra flight yang dioperasikan di berbagai rute. Jadi, antisipasi puncak balik ini sudah dipersiapkan matang. Seluruh bandara disebut telah mengoptimalkan sumber dayanya, termasuk soal slot time atau ketersediaan waktu untuk pesawat lepas landas dan mendarat, dengan mempertimbangkan kapasitas saat jam-jam sibuk.
Fokus lain yang tak kalah penting adalah penanganan di darat. InJourney Airports menaruh perhatian besar pada proses bagasi, akses menuju bandara, dan ketersediaan transportasi publik di area bandara.
“Kami telah melakukan berbagai peningkatan fasilitas sarana dan prasarana, serta berkoordinasi dengan stakeholders terkait untuk memastikan kelancaran dan kecepatan dalam penanganan bagasi penumpang pesawat, ketersediaan transportasi publik, hingga aksesibilitas dari dan menuju bandara,” jelas Pahlevi lagi.
Secara keseluruhan, periode angkutan Lebaran ini diproyeksikan akan melayani sekitar 9 juta penumpang pesawat di 37 bandara tersebut. Operasi gabungan ini akan terus dipantau hingga tanggal 30 Maret nanti, saat gelombang perjalanan diperkirakan benar-benar reda.
Artikel Terkait
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Pesona Alam dan Jejak Sejarah Operasi Mandala
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel Tiga Hari ke Depan