Bentrokan Dua Kampung Warna-i Festival Kuluwung di Jonggol

- Kamis, 26 Maret 2026 | 12:55 WIB
Bentrokan Dua Kampung Warna-i Festival Kuluwung di Jonggol

Suasana festival yang seharusnya meriah berubah ricuh di Jonggol, Bogor. Dua kampung terlibat bentrokan, gara-gara saling ejek saat acara adu kuluwung atau meriam kayu. Untungnya, situasi panas itu akhirnya mereda setelah ada mediasi.

Menurut Kapolsek Jonggol, Kompol Hida Tjahjono, semua berawal Selasa malam lalu. Lokasinya di Kecamatan Cariu, tempat festival ngadu kuluwung digelar.

"Dari keterangan saksi, awalnya cuma saling ledek. Tapi ujung-ujungnya malah jadi perkelahian di lokasi acara," kata Hida, Kamis (26/3/2026).

Bukan cuma sekali. Bentrokan ternyata berlanjut di dua titik lain. Pertama di area Terminal Cariu, tapi berhasil dilerai sama warga sekitar.

Namun begitu, emosi ternyata belum padam. Kelompok remaja dari Kampung Mengker masih menyimpan sakit hati. Beberapa rekannya terkena pukulan dalam keributan di Cariu sebelumnya.

"Kejadian terakhir itu di Jalan Raya Jonggol-Cariu, tepatnya Desa Sirnagalih," ungkap Kapolsek.

Mereka kemudian menghadang rombongan remaja dari Kampung Jagaita yang kebetulan melintas. Hasilnya? Penyerangan dan perkelahian pun tak terhindarkan lagi di lokasi itu.

Polisi segera bergerak. Mereka membubarkan massa dan mengumpulkan perangkat desa serta tokoh masyarakat. Esok harinya, Rabu, digelarlah mediasi.

"Kedua pihak sepakat berdamai. Mereka mau menyelesaikan masalah tanpa menyisakan dendam. Nantinya, masing-masing desa akan membina warganya sendiri," jelas Hida.

Di media sosial, video keributan ini sempat ramai. Terekam jelas dua kelompok yang saling serang di pinggir jalan Desa Sirnagalih. Satu kelompok naik truk, sementara kelompok lain menyerbu mereka.

Terlihat upaya untuk melawan dari mereka yang di truk. Warga menyerang pakai berbagai benda yang ada di sekitar. Suasana kacau, penuh teriakan.

Akibat bentrok ini, tiga orang dilaporkan luka-luka. Mereka terkena lemparan batu dan pukulan bambu.

"Sempat dilarikan ke Puskesmas Jonggol, satu lagi ke RSUD Cileungsi. Tapi semuanya sudah pulang karena lukanya ringan," bebernya.

Begitulah kronologinya. Sebuah festival budaya yang berakhir dengan tinju dan batu, sebelum akhirnya kembali ke jalan damai.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar