Suasana Idulfitri yang penuh suka cita dan silaturahmi telah berlalu. Nah, bagi umat Islam, bulan Syawal ternyata masih menyimpan satu amalan sunnah yang sayang untuk dilewatkan: puasa enam hari. Ibadah ini punya keutamaan yang luar biasa. Konon, pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Bayangkan, hanya dengan enam hari, kita bisa mendapatkan ganjaran sebesar itu.
Namun begitu, seperti ibadah lainnya, niat menjadi kunci utamanya. Niat itu sejatinya ada di dalam hati, sebuah tekad bulat untuk menjalankan perintah-Nya. Tapi, supaya lebih mantap dan fokus, melafalkannya secara lisan sangat dianjurkan oleh banyak ulama. Ini semacam pengingat untuk diri sendiri, agar ibadah kita nggak sekadar rutinitas.
Lafal Niat yang Perlu Diingat
Nah, ini bacaan niat puasa sunnah Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ."
Artinya kurang lebih, "Aku niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta‘ala."
Artikel Terkait
Gubernur Bali Desak Optimalisasi Aplikasi dan Pendataan PMI Krama Bali
Mulan Jameela Bantah Tudingan Hina Profesi Guru, Sebut Berita Bohong
Arab Saudi Apresiasi Resolusi Dewan HAM PBB yang Kutuk Serangan Iran
Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Dua Remaja di Iran, Dampak Merambah ke Abu Dhabi