Tragedi di Jembatan Kumpeh: Sopir Batu Bara Tewas Dilempar Batu Gara-Gara Pungli

- Kamis, 18 Desember 2025 | 09:05 WIB
Tragedi di Jembatan Kumpeh: Sopir Batu Bara Tewas Dilempar Batu Gara-Gara Pungli

Udara pagi di Muaro Jambi, Senin lalu, berubah jadi mencekam. Seorang sopir angkutan batu bara, Eko Rudi Susanto, meninggal dunia setelah insiden keji: dilempar batu oleh sekelompok pemuda. Menurut penyelidikan, semua ini berawal dari sebuah cekcok soal pungutan liar di jalan.

Kejadiannya sekitar pukul enam pagi. Saat melintasi Jembatan Kumpeh Ulu, truk yang dikemudikan korban dihampiri sejumlah pemuda. Terpal penutup muatannya terbuka, dan itu jadi alasan bagi mereka untuk menghentikan laju kendaraan.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Muaro Jambi, Ipda Davidson Rajagukguk, menjelaskan kronologinya.

"Sekelompok pemuda melihat mobil batu bara melintas dengan terpal terbuka. Mereka lalu mencoba memberhentikan mobil tersebut," ujarnya.

Eko rupanya tak mau ambil pusing. Dia tidak menghiraukan panggilan para pemuda itu dan malah meneruskan perjalanan menuju stockpile untuk membongkar muatan. Tindakannya ini, sayangnya, justru memantik amarah.

Komplotan yang diduga sembilan orang itu langsung naik darah. Mereka mengejar, memaksa sopir keluar dari kabin, dan situasi pun memanas dengan cepat. Dalam keributan itu, salah satu pelaku mengambil batu dan melemparkannya.

"Tersangka refleks mengambil batu yang ada di sekitarnya," jelas Davidson. "Lemparan itu mengenai kepala korban dan mengakibatkan luka serius."

Usai kejadian, seluruh pelaku kabur meninggalkan lokasi. Eko sempat dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. Dia menghembuskan napas terakhir pada Selasa sore, sehari setelah penyerangan.

Kini yang tersisa adalah duka bagi keluarga dan catatan kelam tentang kekerasan di jalan yang berawal dari praktik pungli. Sebuah akhir yang tragis untuk sebuah perjalanan pagi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar