Gelombang AI Pacu Kekayaan 500 Taipan Global Tembus Rp36.000 Triliun

- Minggu, 04 Januari 2026 | 04:30 WIB
Gelombang AI Pacu Kekayaan 500 Taipan Global Tembus Rp36.000 Triliun

Tahun 2025 ternyata menjadi tahun yang sangat manis bagi para taipan dunia. Kekayaan gabungan 500 orang paling kaya di planet ini melonjak drastis, bertambah sekitar 2,2 triliun dolar AS. Kalau dirupiahkan, angkanya fantastis: kira-kira Rp36.000 triliun.

Data Bloomberg yang dirilis awal Januari 2026 itu menunjukkan, total harta mereka sekarang menyentuh angka USD11,9 triliun. Pencapaian ini, jujur saja, sungguh luar biasa.

Lalu, apa penyebabnya? Gelombang besar datang dari sektor teknologi. Euforia kecerdasan buatan atau AI masih terus berkecamuk sepanjang tahun lalu, mendorong valuasi perusahaan-perusahaan raksasa melambung tinggi. Saham-saham yang dijuluki "Magnificent Seven" – Microsoft, Tesla, Alphabet, Amazon, Apple, Meta, dan Nvidia – mengalami kenaikan yang sangat tajam. Mereka jadi mesin utama pendorong kekayaan ini.

Di sisi lain, laporan terpisah dari UBS mengonfirmasi tren yang sama, namun dengan cakupan lebih luas. Kekayaan para miliarder secara global secara keseluruhan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yakni USD15,8 triliun pada tahun yang sama.

Jumlah orang dengan kekayaan miliaran dolar kini melebihi 3.000 individu. Mereka adalah campuran antara para pendiri yang merintis usaha dari nol dan berhasil, serta para pewaris yang mengelola harta warisan keluarga.

Yang menarik, lebih dari 200 wajah baru bergabung ke klub eksklusif ini di 2025. Menurut sejumlah analis, pertumbuhan miliarder baru paling banyak terjadi di kawasan Amerika Utara dan Asia-Pasifik. Kedua wilayah ini tampaknya masih menjadi pusat lahirnya kekayaan baru.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar