Tapi seri kedua di Brazil, itu lain cerita. Di sinilah Veda benar-benar tampil menggila.
Awalnya dia start dari posisi empat. Sempat merangsek ke posisi tiga, sebelum akhirnya terlempar lagi. Hingga lap ke-14, posisinya bahkan terpuruk di urutan sepuluh. Tampaknya akan jadi balapan yang biasa saja.
Namun, situasi berubah total.
Di lap itu juga, Race Direction mengibarkan bendera merah. Kecelakaan beruntun memaksa balapan dihentikan. Lalu diulang untuk lima lap tersisa, dengan grid start mengacu posisi di lap 14. Artinya, Veda harus memulai balapan ulang dari posisi kesepuluh. Bukan posisi yang mudah.
Tapi di lima lap sisa itu, dia seperti pembalap lain. Trengginas dan agresif, tapi tetap terkendali. Satu per satu pembalap senior di depannya dilibas dengan manuver berani. Hingga akhirnya, dia berhasil mengamankan posisi ketiga.
Menurut sejumlah saksi, andai balapan ulang lebih dari lima lap, bukan tidak mungkin Veda masih bisa mengejar dua pembalap di depannya. Performanya memang sedang panas.
Mimpi yang jadi kenyataan. Dari Gunungkidul ke podium dunia, Veda Ega Pratama telah menorehkan tinta emas. Dan ini baru awal.
Artikel Terkait
Athletic Club Kalahkan Real Betis 2-1, Kokoh di Papan Atas La Liga
Manchester City Kembali Juara EFL Cup Usai Taklukkan Arsenal 2-0 di Wembley
Desakan Kuat untuk Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Tahanan Rumah Gus Yaqut
Lonjakan 16% Penumpang Kereta di Jawa Tengah Saat Lebaran 2026