SMA Unggul Garuda Baru Buka Pendaftaran, Siswa Jalani Pendidikan 24 Jam di Asrama

- Rabu, 18 Februari 2026 | 20:30 WIB
SMA Unggul Garuda Baru Buka Pendaftaran, Siswa Jalani Pendidikan 24 Jam di Asrama

Jakarta, Rabu siang yang cerah. Di sebuah ruang sosialisasi di Kantor Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini membeberkan gambaran sehari-hari yang akan dijalani siswa di SMA Unggul Garuda Baru. Sekolah ini, yang rencananya beroperasi penuh tahun ajaran 2026/2027, memang tak biasa. Semua siswanya akan tinggal di asrama. Lantas, seperti apa rutinitas mereka dari bangun tidur sampai terlelap lagi?

“Pagi sekitar jam 4.30 ibadah dahulu, bersih-bersih dan seterusnya,” ujar Ardi, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, dalam acara Sosialisasi PPDB beberapa waktu lalu.

Ya, hari dimulai sangat pagi. Setelah ibadah dan merapikan diri, para siswa akan sarapan sebelum aktivitas belajar formal dimulai pukul 7.30. Menurut Ardi, rangkaian aktivitas pagi ini bukan cuma soal mengisi perut, tapi lebih pada pembentukan disiplin. Sekolah berlangsung hingga sekitar pukul tiga sore, dengan jeda untuk istirahat dan tentu saja, ibadah lagi di siang hari.

Namun begitu, belajar tak berhenti saat bel pulang berbunyi. Sore harinya, waktu diisi dengan kegiatan lain. Bisa mengerjakan proyek pembelajaran, atau sekadar berkumpul bersama teman satu asrama. Di sini juga ada pembinaan religi yang lebih intens. “Sampai mereka nanti istirahat, seluruh kehidupan mereka di asrama,” tutur Ardi. Intinya, pendidikan berlangsung 24 jam.

Untuk mendukung semua itu, sekolah ini mengadopsi tiga kurikulum sekaligus. Agak ambisius, tapi itulah konsepnya. Pertama, Kurikulum IB-DP (International Baccalaureate Diploma Programme) yang bertaraf internasional, dirancang buat mereka yang ingin kuliah ke luar negeri. Lalu ada Kurikulum Penguatan STEM yang fokus pada sains, teknologi, teknik, dan matematika. Tak ketinggalan, Kurikulum Pengembangan Karakter yang memang menjadi roh utama sistem sekolah berasrama ini.

“Untuk kurikulum SMA Unggul Garuda Baru melakukan pengayaan kurikulum nasional dengan Kurikulum IB-DP, Kurikulum penguatan STEM, dan Kurikulum pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama,” jelas Ardi dalam kesempatan terpisah, Kamis, 12 Februari 2026.

Nah, buat yang berminat, pendaftaran sudah dibuka sejak 5 Februari dan akan ditutup 7 Maret 2026. Prosesnya cukup ketat. Selain harus WNI dan masih duduk di kelas 9 SMP, calon siswa diutamakan dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Mereka juga harus siap tinggal di asrama dan mengikuti semua program.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar