TNI Habema Buru OPM Pembantai Delapan Penambang Emas di Yahukimo

- Kamis, 21 Mei 2026 | 10:15 WIB
TNI Habema Buru OPM Pembantai Delapan Penambang Emas di Yahukimo

Komando Operasi TNI Habema telah mengerahkan sejumlah personel untuk memburu kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga kuat menjadi dalang pembunuhan terhadap delapan warga sipil di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Korban diketahui merupakan para pekerja yang tengah melakukan aktivitas pendulangan emas di lokasi kejadian.

Delapan warga sipil tersebut tewas setelah dituduh oleh kelompok OPM sebagai mata-mata yang bekerja untuk aparat keamanan. Tuduhan itu langsung dibantah keras oleh pihak militer. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026, menegaskan bahwa para korban bukanlah bagian dari aparat keamanan.

"Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut," ujar Wirya.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026. Berdasarkan keterangan resmi, pelaku merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka. Setelah melancarkan aksinya, kelompok tersebut dilaporkan melarikan diri ke wilayah lain.

Menanggapi situasi tersebut, Koops Habema tidak hanya menyiapkan pasukan darat, tetapi juga menyiagakan helikopter untuk mendukung proses pengejaran. Selain upaya penangkapan, satuan tersebut juga berfokus pada evakuasi jenazah para korban yang disebut sebagai tindakan biadab oleh kelompok OPM.

"Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo," tegas Wirya.

Sementara itu, pihaknya memastikan akan meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan di wilayah Yahukimo guna menjamin keamanan serta keselamatan warga setempat. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap eskalasi kekerasan yang menargetkan masyarakat sipil di daerah tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags