Banjir Bandang Hancurkan Kolam Air Panas dan Tiga Jembatan di Wisata Guci

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:45 WIB
Banjir Bandang Hancurkan Kolam Air Panas dan Tiga Jembatan di Wisata Guci

Kawasan wisata Guci di Tegal kembali porak-poranda. Kali ini, banjir bandang yang datang tiba-tiba tak hanya merendam kawasan, tapi juga menghancurkan kolam air panas dan merobohkan tiga jembatan di lokasi itu.

Kondisinya benar-benar parah. Kolam air panas yang biasanya ramai pengunjung, sekarang rata dengan tanah. Tak ada yang tersisa, semuanya tersapu arus deras.

Menurut keterangan dari Satgas BPBD Kabupaten Tegal, M Wisnu Imam, kerusakannya sangat luas.

"Banjir bandang dari Kali Gung ini dampaknya luar biasa. Pancuran 13 dan Pancuran Barokah rata dengan tanah. Jembatan besarnya roboh. Jembatan gantung di Pancuran Lima pun ikut hanyut. Bahkan, satu alat berat beko di lokasi juga terbawa arus," jelas Wisnu, pada Sabtu (24/1).

Cerita warga setempat, Taufiq, semakin menggambarkan betapa mendadak dan dahsyatnya bencana ini. Ia yang tinggal di RT 04, RW 02 Desa Guci menuturkan, semuanya berlangsung cepat pada Jumat sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Hujan deras memang mengguyur. Tapi yang membuatnya waspada adalah suara gemuruh keras dari arah hulu sungai. Suara itu jadi pertanda buruk.

"Awalnya cuma hujan deras. Lalu tiba-tiba ada suara gemuruh. Seketika itu juga, air besar dan keruh langsung datang menghantam," kenang Taufik.

Air terus naik dengan kecepatan yang menakutkan. Menjelang dini hari, ketinggiannya dilaporkan mencapai sekitar tujuh meter. Jembatan-jembatan yang jadi akses wisatawan pun akhirnya tak berkutik.

"Jembatannya tidak kuat. Arusnya deras sekali, membawa lumpur, pasir, dan segala macam material. Dalam sekejap, semuanya putus dan hanyut," lanjutnya.

Pemandangan di Guci kini berubah total. Dari tempat wisata yang menenangkan, berubah menjadi hamparan lumpur dan puing-puing kehancuran.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar