Meski situasi geopolitik global, terutama di Iran, masih mencemaskan, pemerintah yakin harga pangan di dalam negeri bakal tetap stabil sepanjang Ramadan hingga Lebaran 2026 nanti. Mereka punya sejumlah jurus untuk menjamin hal itu.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmennya menjaga harga. Ini sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. "Indonesia sudah swasembada, 9 komoditas. Ada 3 yang belum, tapi stoknya banyak," ujar Amran.
Dia tak segan mengancam tegas. "Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan stoknya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi," tambahnya dalam keterangan Minggu (22/3) lalu.
Memang, Prabowo sendiri sempat mengingatkan potensi gejolak harga akibat konflik di luar negeri. Tapi menurut Amran, sejauh ini kondisi Ramadan masih bisa dikatakan aman. Harganya terkendali.
Lantas, langkah konkret apa yang diambil? Pemerintah menggenjot sejumlah program intervensi. Ada Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras, Gerakan Pangan Murah (GPM), plus bantuan langsung beras dan minyak goreng untuk puluhan juta keluarga.
Artikel Terkait
Giroud Cetak Gol Kemenangan, Lille Kalahkan Marseille 2-1
Gubernur Jabar Desak Puskesmas Tetap Buka Saat Libur Panjang
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Sangihe dari Kedalaman 6 Kilometer
Tottenham Tersungkur 0-3 dari Nottingham Forest di Kandang Sendiri