Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri

- Senin, 23 Maret 2026 | 03:30 WIB
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri

Dari Hambalang, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas. Ekspor mineral kritis ke Amerika Serikat tak akan lagi mengalir dalam bentuk bahan mentah. Semua harus diolah dulu di dalam negeri. Pernyataan ini ia sampaikan pada Minggu di Maret 2026, tak lama setelah Indonesia dan AS menandatangani perjanjian kerja sama perdagangan untuk komoditas strategis itu bulan sebelumnya.

"Bahan mentah tetap kami wajibkan untuk diproses terlebih dahulu di tanah air," tegas Prabowo.

Intinya, akses pasar Amerika yang terbuka lebar itu harus selaras dengan kebijakan hilirisasi. Itu adalah strategi utama yang sudah lama dipegang pemerintah dalam mengelola kekayaan alam. Jadi, semua investasi yang masuk, dari mana pun asalnya, wajib patuh. Aturan nasional soal pengolahan mineral di dalam negeri sebelum ekspor adalah harga mati.

Namun begitu, Prabowo juga menegaskan bahwa semua transaksi harus mengikuti harga pasar yang kompetitif. Ia tak ingin kebijakan ini justru mengusik iklim bisnis.

Di balik sikap keras itu, tujuannya jelas: memastikan Indonesia mendapat nilai tambah yang maksimal. Mineral kritis, yang jadi tulang punggung industri energi hijau dan teknologi dunia, tak boleh lagi dijual mentah-mentah. Pemerintah tetap membuka pintu lebar untuk investor asing, termasuk dari AS, untuk turut membangun sektor ini. Syaratnya cuma satu: ikuti semua ketentuan dan regulasi yang berlaku di sini.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar