JAKARTA – Dalam sidang kabinet yang digelar Jumat lalu, Presiden Prabowo Subianto punya pesan khusus untuk para pejabatnya. Menyambut Lebaran 2026 nanti, dia meminta agar acara open house tak diselenggarakan secara berlebihan. "Jangan terlalu mewah-mewahan," tegasnya di Istana Negara.
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Menurut Prabowo, di tengah banyaknya warga yang masih berjuang pascabencana, pemerintah wajib memberi teladan soal kesederhanaan. Sikap ini, katanya, adalah bentuk empati nyata.
"Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,"
ujar Prabowo di hadapan para menteri.
"Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," tambahnya lagi.
Namun begitu, Presiden tak serta merta melarang semua kegiatan. Dia paham betul bahwa tradisi silaturahmi seperti open house punya dampak ekonomi yang riil. Menghentikannya total justru bisa mematikan denyut perekonomian di level akar rumput.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,05%, Analis Soroti Support Kunci yang Jebol
Mentan Amran Gelar Ramadan Tanpa Sekat, Bagikan Bantuan ke 500 Penerima
DPR Dorong Sekolah Siapkan Guru Hadapi Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kapolri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Penyiraman Aktivis KontraS