Masyarakat tak perlu resah. Itulah inti pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menanggapi status siaga satu yang diterapkan TNI. Menurutnya, justru langkah inilah yang dibutuhkan untuk memastikan rasa aman dan nyaman tetap terjaga di tengah situasi global yang dinamis.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Justru sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat itu adalah aman dan nyaman,"
ujar Sjafrie di depan kantor Kementerian Pertahanan, Kamis lalu.
Ia menjelaskan, peningkatan status kesiapsiagaan itu bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Ini murni langkah antisipatif, disesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan. Tugas utama TNI, sejak dulu, memang memperkuat pertahanan negara dari segala macam ancaman. Baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar.
Sjafrie juga menegaskan, keputusan ini murni berdasar pertimbangan geostrategis. Bukan hal lain.
"Jadi kesiapan (siaga satu) yang dilakukan dari kita itu tidak ada pengaruhnya secara geopolitik. Tidak ada pengaruhnya terhadap geoekonomi,"
tegasnya.
Intinya, pemerintah ingin sistem pertahanan negara bisa bekerja optimal. Dengan begitu, keamanan nasional benar-benar terjamin.
"Jadi kesiagaan ini adalah untuk meyakinkan rakyat bahwa republik dalam keadaan aman dan tentunya harus nyaman dari segi sandang, pangan, dan papan,"
Artikel Terkait
Pembentukan DOB Luwu Raya Tertunda, Tunggu Regulasi dan Keputusan Pusat
DPR Tetapkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga sebagai Usulan Inisiatif
Pemerintah Pacu Belanja Negara Sejak Awal Tahun, Defisit Terkendali
Wabup Bone Bahas Nasib Tenaga Honorer Pertanian dengan Kementan