Lokasinya sekitar 30 km dari pusat Kota Jeneponto. Kalau berangkat dari Makassar, perjalanan daratnya kira-kira 60 km atau sekitar 1 jam 45 menit. Jalannya lumayan, meski agak jauh dari keramaian kota.
Namun begitu, perjalanan menuju lokasi sendiri sudah jadi semacam preview yang menarik. Anda akan disuguhi pemandangan pedesaan khas Jeneponto, lengkap dengan rumah-rumah adat yang masih berdiri kokoh di beberapa titik sepanjang jalan.
Tips Praktis Berkunjung
Soal biaya, cukup ringan. Tiket masuknya cuma sekitar Rp 5.000 per orang. Tempat ini buka dari pagi, pukul 07.00, sampai sore hari sekitar pukul 18.00 WITA.
Mau suasana segar? Datanglah pagi hari. Tapi kalau mau drama cahaya sore, datanglah sebelum matahari terbenam. Dua-duanya punya pesona masing-masing.
Lebih Dari Sekadar Lahan Kering
Keberadaan Batu Karst Pundo Siping membuktikan satu hal: Jeneponto punya banyak cerita. Daerah ini tak cuma soal kekeringan, tapi juga soal keindahan tersembunyi yang menunggu untuk dieksplor.
Formasi karst yang unik itu menunjukkan bahwa keajaiban alam bisa ditemukan di tempat yang tak terduga sekalipun. Dengan pengelolaan yang cermat, tempat seperti ini berpotensi besar jadi ikon wisata baru.
Jadi, buat Anda yang bosan dengan destinasi wisata biasa, atau yang haus akan sudut pandang fotografi yang berbeda, Batu Karst Pundo Siping layak masuk daftar kunjungan. Siap-siap terpukau oleh sisi lain Sulawesi Selatan yang mungkin belum banyak diketahui orang.
Artikel Terkait
Wabup Bone Bahas Nasib Tenaga Honorer Pertanian dengan Kementan
Menhan: Status Siaga Satu TNI untuk Jamin Rasa Aman, Bukan untuk Dikhawatirkan
BPJS Kesehatan Makassar Tetap Buka Layanan Administrasi Selama Libur Lebaran
Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran