Lebih Dari Sekadar Hiburan
Di balik keriuhan itu, ada tujuan mulia. Tentu saja, membangunkan warga untuk sahur adalah yang utama. Namun, aksi ini juga jadi media sedekah yang menyenangkan. Tak jarang, warga yang terhibur memberikan saweran kepada para remaja.
Uang yang terkumpul tidak mereka nikmati sendiri. Hasilnya dikelola untuk disumbangkan ke panti asuhan, masjid, atau warga sekitar yang membutuhkan. Sebagian juga untuk operasional patroli itu sendiri.
"Biasa juga dikasih saweran sama warga. Hasilnya kita kumpulkan dan dibagikan ke anak-anak yatim piatu dan teman-teman,"
tambah Naslan menjelaskan.
Kegiatan yang akrab disebut 'gerebek sahur' ini ternyata sudah berjalan delapan tahun. Bermula dari inisiatif sederhana remaja kampung, kini jadi tradisi yang dinanti. Setiap Ramadan, sejak hari pertama hingga malam takbiran, suara mereka selalu setia membelah dinginnya subuh.
Mereka bahkan punya rencana ke depan. "Kami sudah mulai dari 2019. Ke depannya, mungkin kami akan berpikir bagaimana cara membangunkan warga dengan cara yang lebih kreatif," tutup Naslan. Sebuah janji bahwa Ramadan tahun depan akan tetap meriah, dengan cara-cara yang mungkin tak terduga.
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Makassar Tetap Buka Layanan Administrasi Selama Libur Lebaran
Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran
Once Mekel Dorong Keseimbangan Hak Cipta dan Akses Publik dalam Revisi UU
Batu Karst Pundo Siping, Kejutan Alam Fotogenik di Tengah Lahan Kering Jeneponto