Sekolah Rakyat: Terobosan Pendidikan untuk Pengentasan Kemiskinan
Program Unggulan Pemerintah untuk Anak Keluarga Miskin dengan Fasilitas Lengkap dan Kurikulum Inovatif
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan program transformatif melalui pembangunan Sekolah Rakyat sebagai strategi pengentasan kemiskinan berkelanjutan. Meski menyasar kelompok rentan, institusi pendidikan ini dikonsep sebagai sekolah unggulan dengan standar fasilitas dan kurikulum mutakhir.
Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Meski fokus pada kelompok rentan, kualitas pendidikan dijamin melalui pembangunan infrastruktur komprehensif, kurikulum terstruktur, dan penyediaan sumber daya manusia berkualitas.
Fasilitas Unggulan Sekolah Rakyat
- Perlengkapan lengkap: seragam, alat tulis, tas, sepatu
- Perlengkapan kebersihan diri dan laptop pribadi
- Ruang kelas, asrama, dapur, dan ruang makan
- Laboratorium, perpustakaan, dan tempat ibadah
- Sarana pendidikan vokasi terintegrasi
Dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kementerian Sosial, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan komitmen pemerintah terhadap kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Bahkan kemudian dalam proses pendidikannya, kita tidak hanya proses pendidikan kolektif, tetapi kemudian kita juga meng-asesmen bakat-bakat dari siswa itu," tegas Agus Jabo.
Program Sekolah Rakyat akan diimplementasikan secara merata di seluruh Indonesia, tidak terbatas pada Pulau Jawa yang dikenal sebagai kantong kemiskinan. Setiap kabupaten dan kota akan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat.
Kurikulum Inovatif dan Pendekatan Personal
Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum khusus dari Kemendikdasmen dengan pendekatan Multi Entry-Multi Exit dan individual approach. Model fleksibel ini memungkinkan siswa masuk kapan saja serta belajar sesuai kemampuan individu, tanpa terikat tahun ajaran seragam.
Setiap siswa menjalani DNA talent mapping untuk memetakan bakat dan potensi yang akan dikembangkan. Agus Jabo menekankan arahan bahwa anak-anak tidak hanya harus cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan keterampilan praktis.
Dukungan Sumber Daya Manusia dan Hilirisasi
Pendidikan anak dari beragam latar belakang membutuhkan pendampingan khusus. Sekolah Rakyat menyediakan tenaga pendidikan yang tidak hanya kompeten tetapi juga memiliki empati dalam membimbing siswa.
Kemensos melakukan kolaborasi strategis dengan BUMN, swasta, perguruan tinggi, dan kementerian terkait untuk menyiapkan jalur hilirisasi lulusan. Lulusan dapat memilih langsung bekerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi dengan dukungan penuh.
"Sekolah rakyat ini adalah jembatan bagi anak-anak itu untuk mewujudkan cita-citanya, kemudian mewujudkan apa yang menjadi harapan orang tua," pungkas Agus Jabo menutup dialog.
Program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak, tetapi juga memberdayakan orang tua dan memperbaiki kondisi rumah sebagai bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan ekstrem.
Artikel Terkait
Bos Kartel Jalisco El Mencho Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara Meksiko
Menteri Kehutanan Soroti Kekurangan Ribuan Polisi Hutan untuk Jaga 125 Juta Hektare Kawasan
Program Makan Bergizi Tetap Berjalan di Libur Lebaran dan Imlek dengan Skema Khusus
Jadwal Imsak dan Salat Ramadan 2026 untuk Jakarta dan Kepulauan Seribu