Tes Kemampuan Akademik 2026: Bukan Penentu Kelulusan, tapi Peta Mutu Pendidikan

- Jumat, 16 Januari 2026 | 09:30 WIB
Tes Kemampuan Akademik 2026: Bukan Penentu Kelulusan, tapi Peta Mutu Pendidikan

April 2026 nanti, siswa SD dan SMP di seluruh Indonesia akan menjalani Tes Kemampuan Akademik atau TKA. Jadwal resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah keluar. Pendaftarannya sendiri dibuka cukup lama, mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Jadi, masih ada waktu untuk mempersiapkan segalanya.

Nah, yang perlu ditekankan di sini: ujian ini sama sekali bukan penentu kelulusan. Itu poin penting yang ditegaskan langsung oleh Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin. Menurutnya, TKA lebih berfungsi sebagai alat pemetaan. Sebuah instrumen untuk mendapatkan potret objektif mutu pendidikan nasional.

“TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif,” ujar Toni pada Jumat (16/1).

“Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperbaiki proses pembelajaran.”

Jadi, esensinya adalah diagnosis. Tes ini dirancang untuk mengukur kesiapan anak didik naik ke jenjang berikutnya, sekaligus memberikan gambaran nyata tentang kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah. Dengan data yang terkumpul, intervensi dari pemerintah daerah maupun pusat diharapkan bisa lebih tepat sasaran. Tidak lagi sekadar tebakan, tapi berdasarkan peta kondisi riil di lapangan.

“Data TKA membantu kami memahami kondisi riil pembelajaran di lapangan. Dengan demikian, intervensi pendidikan yang dirancang dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan murid dan satuan pendidikan,” tambah Toni menjelaskan.

Lalu, bagaimana alur waktu pelaksanaannya? Setelah pendaftaran tutup akhir Februari, akan ada gladi bersih pada 9–17 Maret. Barulah pelaksanaan utama digelar: untuk jenjang SMP pada 6–16 April, disusul SD pada 20–30 April 2026. Bagi yang berhalangan, tersedia jadwal susulan di 11–17 Mei. Pengolahan hasil dilakukan sepekan setelahnya, dan pengumuman nasionalnya dijadwalkan pada 24 Mei 2026.

Untuk persiapan, Kemendikdasmen menyediakan sejumlah sarana. Misalnya lewat laman “Ayo Coba TKA” dan “Ruang Murid” di platform Rumah Pendidikan. Di sana ada contoh soal dan materi pendukung yang bisa diakses sesuai jenjang.

Terakhir, Toni menegaskan komitmen pelaksanaan yang mengedepankan integritas dan akuntabilitas. Koordinasi dengan pemda dan sekolah terus diintensifkan.

“Koordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan terus diperkuat guna memastikan asesmen berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Intinya, TKA ini bukan untuk ditakuti. Lebih ke alat bantu, untuk mengetahui di mana kita berdiri sekarang, agar langkah ke depannya bisa lebih terarah.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar