Pemprov DKI Jakarta akhirnya bergerak. Mereka menanggapi harapan Satpol PP yang sejak lama minta tambahan personel ribuan orang katanya. Alasannya? Beban kerja. Bukan main-main tinggi banget.
Ceritanya begini. Minggu lalu, tepatnya Kamis (23/4), Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi, buka suara di rapat bersama Komisi A DPRD Jakarta. Gedung DPRD Jakarta Pusat jadi saksi. Di situ dia ngeluh, tapi bukan soal gaji atau fasilitas mewah. Ini soal nyawa.
“Selama saya menjabat, kurang dari setahun, 35 personel meninggal dunia,” ujarnya.
Angka itu, menurut dia, mirip dengan tahun sebelumnya yang mencapai 42 orang. Bukan karena dia sial atau apa. Tapi karena kondisinya memang gila.
Satriadi bilang, ada anggotanya yang kerja sampai 36 jam nonstop. Bukan 24 jam, 36 jam. Coba bayangkan. Jumlah personel minim banget cuma 7 sampai 10 orang per kelurahan. Itu sebabnya warga jarang lihat Satpol PP di lapangan. Bukan malas, tapi kewalahan.
“Di setiap kelurahan itu cuma 7-10 orang. Kenapa kita lakukan 36 jam? Karena beban kerja nggak sebanding,” lanjutnya.
Di sisi lain, ada sedikit kabar baik. Satriadi bersyukur, sekarang anggota sudah dapat jatah makan dan minum saat piket. Dulu mungkin belum. Katanya, anggota pada seneng banget. Bahkan cuma dengan makan minum aja mereka udah luar biasa senangnya.
“Terima kasih buat Komisi A yang sudah dukung makan minum piket. Alhamdulillah, mereka senang banget,” ucapnya.
Tapi, ya itu tadi. Masalah klasik belum beres. Tempat istirahat? Nihil. Padahal mereka jaga 24 jam di kantor kelurahan. Nggak ada kasur, nggak ada ruang tidur. Sekarang masih numpang di musala. Kadang di lorong. Kadang di mana gitu.
“Gimana mereka bisa kerja baik besoknya kalau istirahat aja nggak layak? Pasti tensinya tinggi semua,” kata Satriadi.
Menurut sejumlah saksi di rapat, nadanya waktu itu campuran antara lelah dan frustrasi. Bukan marah, tapi lebih ke pasrah yang butuh didengar. Dan sekarang, Pemprov DKI punya pekerjaan rumah: menambah personel, menyediakan tempat istirahat, atau dua-duanya.
Artikel Terkait
Remaja 13 Tahun di Cimahi Alami Lengan Tertancap Pagar Besi saat Kejar Layangan
Polisi Kenya Tembak Demonstran Tolak Pusat Karantina Ebola AS di Nanyuki, Satu Tewas
Polri Salurkan 550 Paket Bansos ke Pengemudi Ojol dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80
Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Target Bali 100 Persen Pemilahan Sampah