Dalam sebuah pernyataan yang dirilis tak lama setelah serangan Israel, Hizbullah menyebut aksi mereka ini sebagai respons langsung. Mereka menuding Israel telah menyerang berbagai kota dan desa di Lebanon, termasuk kawasan selatan Beirut tadi. Roket-roket yang diluncurkan ke Israel utara, kata mereka, adalah bagian dari sebuah operasi militer baru yang baru saja mereka umumkan.
Insiden saling serang ini, sayangnya, bukanlah hal baru. Ia menambah panjang catatan eskalasi konflik antara kedua pihak yang memang sudah memanas belakangan ini.
Lalu, siapa sebenarnya Hizbullah ini?
Kelompok ini adalah organisasi politik dan paramiliter beraliran Syiah yang berpusat di Lebanon. Didirikan pada 1982, mereka mendapat sokongan kuat dari Iran. Dalam pergaulan internasional, Hizbullah sering disebut sebagai salah satu aktor non-negara yang paling kuat di dunia.
Mereka punya misi jelas: menentang pengaruh Barat dan Israel. Selain memiliki persenjataan yang cukup besar dan canggih, kelompok ini juga aktif berkecimpung dalam ranah politik dan kegiatan sosial di Lebanon. Pengaruhnya sangat nyata.
Artikel Terkait
Komisi VIII DPR Pastikan Persiapan Haji 2026 Berjalan, Arab Saudi Belum Beri Penjelasan Resmi
Remaja Makassar Gelar Patroli Sahur dengan Kostum Pengantin Adat
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Sebut Kondisi Keamanan dan Politik Tak Memungkinkan
BMKG Imbau Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sebagian Besar Sulsel