Di tengah perayaan HUT pertamanya, Danantara Indonesia mendapat pesan tegas dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya jelas: pengawasan ketat. Prabowo, yang hadir di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu lalu, menegaskan komitmennya untuk mengawasi dengan ketat badan pengelola investasi negara itu, sekaligus seluruh BUMN yang ada. Tujuannya satu: memastikan aset negara tak dikelola sembarangan.
“Saudara-saudara sekalian, jaga selalu,” seru Prabowo di hadapan hadirin. “Banyak sovereign wealth fund yang rugi. Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik manajemennya.”
Peringatannya itu bukan tanpa alasan. Dia mengingatkan sejumlah lembaga sejenis di tingkat global yang akhirnya gagal. Karena itulah, menurutnya, Danantara harus jadi institusi dengan sistem pengawasan paling berlapis di Indonesia.
“Saya kira Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia,” ujarnya lagi. Pengawasannya akan melibatkan banyak pihak. Mulai dari dewan pengawas yang di dalamnya duduk para menteri koordinator, hingga lembaga audit seperti BPK dan BPKP. Tak cuma itu, aparat penegak hukum seperti Kejaksaan dan Polri, bahkan Panglima TNI, juga diminta ikut mengawasi. “Semua saya minta masuk keluar, awasi,” tegas Prabowo.
Namun begitu, langkahnya tak berhenti di situ. Ada rencana lain yang lebih langsung menyentuh tingkat operasional. Prabowo mengungkapkan bakal menempatkan utusan khusus presiden di tiap-tiap BUMN. Keberadaan mereka diharapkan bisa memantau langsung kinerja dan integritas pengelolaan perusahaan pelat merah dari dalam.
“Di samping itu pun saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola,” jelasnya.
Bagi Prabowo, ini soal hidup mati bangsa. Kekayaan negara yang dikelola BUMN diibaratkannya sebagai 'darah' yang menopang kehidupan. Kalau sampai bocor atau disalahgunakan, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh rakyat.
“Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,” kata dia.
Di sisi lain, dia tak menampik tantangan yang ada. Mengelola aset negara di tengah situasi global yang serba tak pasti jelas bukan pekerjaan mudah. Tapi nada optimisme tetap terdengar kuat dalam pidatonya. Prabowo mengajak semua pihak untuk bersatu padu, bekerja keras, dan melihat krisis sebagai sebuah peluang.
“Masa depan kita kuat, masa depan kita cerah,” ajaknya. “Krisis kita hadapi dengan gagah, krisis adalah peluang. Kita bersatu, kita rukun, kita kerja keras.”
Pesan itu menggema di ruangan, mengakhiri peringatan satu tahun Danantara dengan sebuah amanat sekaligus peringatan yang berat.
Artikel Terkait
Partai Perindo Jakarta Timur Gelar Rakorda, Matangkan Struktur Jelang Verifikasi KPU 2027
IHSG Ambruk 3,38% ke 7.129, Analis Sebut Masih Rawan Koreksi
JPPI: 233 Kasus Kekerasan di Sekolah dan Kampus Terjadi dalam Tiga Bulan, 46 Persen di Antaranya Kekerasan Seksual
Polisi Amankan Suami di Depok Usai Istri Lapor KDRT, Korban Alami Luka Lebam