Pagi ini di Cipinang, Jakarta Timur, suasana di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri tampak berbeda. Kedatangan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dipimpin langsung oleh Kepalanya, Taruna Ikrar, membuat area itu ramai namun tetap terkendali. Mereka bukan sekadar silaturahmi, melainkan melakukan peninjauan mendalam terhadap fasilitas yang dikelola Korps Bhayangkara ini.
Taruna dan jajarannya berkeliling, menyisir setiap sudut. Mulai dari gemericik air di dapur produksi, lalu ke ruang penyimpanan yang tertata rapi baik untuk bahan baku basah maupun kering. Mereka juga menengok tempat peralatan masak disimpan, area pengemasan, hingga yang tak kalah penting: ruang uji laboratorium MBG. Semua tahapan sebelum makanan diedarkan diamati dengan saksama.
Setelah keliling cukup lama, Taruna akhirnya berbicara.
"Kesimpulannya nilai yang kami berikan adalah A Plus," ujarnya, usai peninjauan pada Rabu (21/1/2026) itu.
Penilaian tinggi itu tentu punya alasan. Taruna mengawali pemeriksaannya dari bahan baku. Dari mana sumbernya, lalu bagaimana cara menyimpannya. Menurutnya, pemisahan antara bahan kering dan basah itu krusial. Tujuannya jelas: menjaga mutu dan mencegah kontaminasi yang bisa merusak makanan sebelum diolah.
"Kan ada penyimpanan antara bahan yang basah dengan bahan yang kering," jelas Taruna. "Berapa lama dan berapa derajat disimpannya itu kan perlu diatur. Kami cek, ada yang bisa cukup di 4 derajat celcius, ada yang harus di bawah 0 misalnya -18 atau -20 derajat celcius. Itu semua sudah disiapin secara bagus."
Tak cuma soal penyimpanan, proses di dapur produksi juga jadi perhatian. Yang menarik, menu yang dihasilkan ternyata beragam dan disesuaikan nilai gizinya. Makanan dibagi untuk beberapa kategori: Balita, Kelas Kecil, Kelas Besar, serta Ibu Hamil & Menyusui. Menunya bisa sama, tapi porsi dan komposisi gizinya diatur berbeda.
"Kan kalau setiap hari sama menunya tentu membosankan bagi penerima," tuturnya.
Namun begitu, ada satu hal yang menurut Taruna benar-benar menjadi nilai tambah. Keberadaan laboratorium uji makanan di dalam kompleks SPPG ini merupakan sebuah keunggulan. Fungsinya untuk memastikan keamanan pangan sebelum didistribusikan.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem
Menteri Ara Sambangi KPK Bahas Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
Pria Dilaporkan Perkosa, Balik Lapor Korban Diduga Tipu Rp 98 Juta
Larry, Pejabat Berbulu yang Curi Perhatian Saat Prabowo Bertemu Starmer