Kolong tol di kawasan Slipi, Jakarta Barat, telah mengalami transformasi luar biasa. Dari lahan kosong yang kumuh dan terabaikan, kini berubah menjadi Taman Skatepark Slipi yang modern dan penuh kehidupan. Warga lokal, Herawati (53), membenarkan perubahan drastis ini.
"Dulu tempatnya kumuh, tidak serapi dan sebersih sekarang," kenang Herawati. Area tersebut sebelumnya hanya tanah merah tidak rata yang dibiarkan kosong, berdekatan dengan pasar sayuran. Kini, setelah proses revitalisasi, kawasan ini menjadi ruang publik favorit warga Jakarta.
Revitalisasi Kolong Tol Slipi
Proses penataan kolong tol Slipi dimulai sejak 2019 dengan revitalisasi besar pada 2023. Menurut Arie dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, transformasi ini dilakukan berdasarkan masukan komunitas olahraga ekstrem. Hasilnya adalah taman skatepark terlengkap dengan fasilitas memadai.
Fasilitas yang tersedia meliputi area skateboard, BMX track, outdoor fitness, batu refleksi, amfiteater, musala, toilet, dan area parkir. Pengamanan berjalan 24 jam dengan tiga shift per hari menjadikan taman ini aman untuk berbagai aktivitas.
Destinasi Favorit Komunitas Olahraga
Taman Skatepark Slipi telah menjadi magnet bagi komunitas olahraga ekstrem Jakarta. Adek (34), warga Ciledug, mengaku rutin datang untuk berlatih BMX. "Seminggu bisa hampir tujuh kali ke sini karena fasilitasnya lengkap," ujarnya.
Bagi Adek, BMX bukan sekadar hobi tapi olahraga kreatif yang membutuhkan teknik khusus. Taman ini juga menjadi ruang edukasi dimana ia memperkenalkan dunia BMX kepada anak-anaknya.
Ruang Interaksi Sosial Warga
Herawati mengungkapkan bagaimana taman ini menjadi ruang interaksi sosial yang positif. "Hubungan antar warga dan komunitas terjalin baik di sini," katanya. Keluarga datang untuk bersantai, anak-anak bermain sepeda, sementara orang tua menggunakan alat fitness tersedia.
Kapasitas taman mampu menampung hingga 50 pengunjung di hari biasa dan lebih ramai saat acara komunitas. Aktivitas bisa berlangsung hingga subuh dengan pengawasan ketat petugas keamanan.
Tantangan dan Harapan Ke Depan
Meski telah menjadi ruang publik yang sukses, tantangan tetap ada. Herawati dan Adek sama-sama menyoroti masalah pengunjung yang merokok di area taman. "Padahal sudah ada larangan merokok, tapi masih ada yang melanggar," keluh Herawati.
Kedua pengunjung setia ini berharap kesadaran masyarakat tumbuh untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan taman. Dengan fasilitas yang sudah "bintang lima" menurut Adek, partisipasi masyarakat dalam menjaga taman menjadi kunci keberlanjutan.
Transformasi kolong tol Slipi membuktikan bagaimana ruang terabaikan bisa diubah menjadi ruang hidup yang produktif. Kini, di bawah jalan layang yang sibuk, roda BMX berputar, anak-anak tertawa, dan warga menikmati ruang hijau yang menjadi napas baru bagi ibu kota.
Artikel Terkait
PDAM Bone Antisipasi Krisis Air Bersih Akibat Musim Kemarau dan Alih Fungsi Lahan
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000