Korlantas Polri Andalkan Teknologi Presisi untuk Operasi Ketupat 2026

- Kamis, 12 Maret 2026 | 11:10 WIB
Korlantas Polri Andalkan Teknologi Presisi untuk Operasi Ketupat 2026

Kesiapan penuh Korlantas Polri untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026 sudah ditegaskan. Kakorlantas, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan seluruh jajarannya akan memberikan pelayanan terbaik dengan prinsip pengabdian tanpa batas.

“Tugas itu adalah kehormatan dan kita tidak boleh capek karena ini amanah yang harus kita lakukan,” ujar Irjen Agus dalam NTMC Podcast yang dipandu Briptu Ecklesia dan Briptu Ananda Rafi, Rabu (11/3/2026).

Dia melanjutkan, “Kehadiran Polri di jalan bukan hanya mengatur, tetapi memastikan perjalanan aman sampai tujuan. Bahkan bila perlu, kita datang awal dan kembali paling akhir.”

Operasi Ketupat tahun ini mengusung tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’, sesuai instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut Irjen Agus, pihaknya sudah memetakan lima klaster pengamanan utama. Cakupannya luas, mulai dari jalan tol dan jalur arteri, hingga pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata.

Rencana ini bukan dibuat asal-asalan. Ia menjelaskan, suksesi Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil evaluasi mendalam dari data tahun sebelumnya. Nah, yang menarik, pengambilan keputusan di lapangan seperti pemberlakuan one way atau contraflow kini akan mengandalkan perhitungan teknologi traffic counting yang presisi. Bukan lagi sekadar prediksi manual atau feeling belaka.

“Untuk menciptakan kamseltibcarlantas ini bukan hanya prediksi atau kira-kira, tetapi menggunakan teknologi infrastruktur,” jelasnya. Teknologi yang dimaksud antara lain ETLE Drone Presisi dan Drone VTOL. Intinya, keputusan rekayasa lalu lintas akan berdasarkan parameter teknologi yang solid.

Agus memberi contoh konkret. Katakanlah jumlah kendaraan di tol terpantau mencapai 5.500 unit per jam. Maka, contraflow satu lajur akan langsung dieksekusi. Kalau angkanya naik lagi, sampai 6.400 kendaraan per jam, lajur contraflow akan ditambah.

Belajar dari kendala tahun lalu, ada perubahan signifikan di titik rekayasa jalur tol. Dulu sempat terjadi kuncian di sekitar Km 188. Nah, tahun ini skenario one way akan ditarik lebih jauh, hingga Km 236 Pejagan. Tujuannya jelas: mengurai potensi kemacetan parah atau bottleneck dengan lebih efektif.

Sementara untuk jalur penyeberangan seperti Merak-Bakauheni, persiapannya juga matang. Polri sudah menyiapkan delay system dan buffer zone di kantong parkir serta rest area Km 43 dan Km 64. Ini antisipasi jika tiba-tiba cuaca ekstrim melanda pelabuhan.

“Sistem manajemen pelabuhan kini sudah lebih bagus. Ticketing sudah tertata reguler untuk mempercepat distribusi kendaraan,” tambah Agus. Dia menekankan, sinergi dengan berbagai stakeholder terjalin erat. Kolaborasi ini dianggap kunci sukses Operasi Ketupat.

Yang unik, Korlantas juga mengambil pendekatan humanis. Mereka menyampaikan pesan keselamatan melalui sebuah lagu berjudul ‘Mudik Tertib, Ojo Kesusu’. Gagasannya sederhana: agar imbauan polisi lebih mudah dicerna dan diterima masyarakat, terutama anak muda.

“Bermimpi harus diikuti dengan cara berpikir, lalu diikuti dengan rencana. Perencanaan itulah kunci keberhasilan,” tutur Irjen Agus. “Kita ingin masyarakat mudik dengan riang gembira, berangkat selamat, sampai di tujuan selamat dan bahagia.”

Terakhir, ada imbauan praktis untuk publik. Masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) guna memecah kepadatan arus. Selain itu, layanan bantuan polisi di nomor 110 siap siaga 24 jam penuh sepanjang masa mudik dan balik nanti.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar