Belasan media daring, dari yang nasional hingga daerah, ramai-ramai menyebarkan rilis palsu yang mengatasnamakan Mahfud MD. Pakar hukum tata negara itu disebut-sebut memberi pernyataan terkait kasus mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Daftar medianya panjang: CNN Indonesia, Metro TV News, Viva, iNews, sampai Jawa Pos dan Tribun News ikut menyiarkan.
Rilis itu beredar sejak Minggu lalu. Menanggapi hal ini, Mahfud MD langsung buka suara. Lewat kanal YouTube resminya, dia dengan tegas membantah. Menurutnya, dia sama sekali tidak pernah memberi wawancara atau membuat keterangan tertulis soal kasus Yaqut.
"Apakah saya membuat rilis gitu? Sama sekali tidak," tegas Mahfud pada Senin pagi.
Ceritanya ternyata berawal dari ajakan silaturahmi. Seorang teman menghubunginya, menyampaikan bahwa kader Ansor ingin berkunjung ke rumahnya di Sleman, Yogyakarta. Mahfud pun menyambut baik.
"Jadi, ceritanya begini. Saya ditelepon seorang teman bahwa Ansor mau silaturahim ke tempat saya. Namanya Ansor, ya tentu saya terima karena saya pernah jadi Penasehat Ansor secara resmi. Sehingga saya katakan, kalau bicara soal hukum yang terkait ex-Ketua Ansor, Pak Yaqut, saya tidak lagi perlu bicara," ujar Mahfud.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional