Siti Badriah Berduka, Tak Sampai Menemani Ibu di Detik-Detik Terakhir

- Kamis, 04 Desember 2025 | 23:10 WIB
Siti Badriah Berduka, Tak Sampai Menemani Ibu di Detik-Detik Terakhir

Duka Mendalam Siti Badriah, Tak Sampai Temani Ibunda di Saat Terakhir

Keluarga penyanyi Siti Badriah sedang berduka. Ibunda tercintanya, Siti Amanah, telah berpulang pada Rabu pagi (3/12). Kabar ini tentu saja menjadi pukulan berat.

Menurut keterangan dari orang-orang terdekat, kepergiannya berlangsung sangat cepat. Siti Badriah sendiri dikabarkan masih terpukul dan memilih untuk menyendiri, belum sanggup bicara ke media.

Semuanya berawal dari sesak napas yang datang tiba-tiba. Keluarga pun langsung panik dan membawa almarhumah ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit. Sayangnya, upaya tim medis tak berhasil. Nyawa sang ibu tak tertolong.

Kondisi psikologis Siti Badriah disebut menurun drastis. Rasa kehilangan itu begitu dalam, membuat pelantun "Lagi Syantik" itu terpuruk. Ia, yang didampingi sang ibu sejak awal merintis karier, jelas sulit menerima kenyataan pahit ini.

Sandra, manajernya, mencoba menggambarkan suasana duka yang menyelimuti rumah duka di Pasar Setu, Bekasi.

"Kondisinya kalau Sibad memang drop sekali ya. Perasaan kehilangannya tuh sangat, apalagi ibunda tercinta sosok yang memang sudah ikut mengantarkan Siti Badriah sampai sekarang ya," ujar Sandra.

Kronologi lengkapnya diungkap Fatma, asisten keluarga. Pagi itu, sekitar pukul empat, almarhumah bangun seperti biasa. Setelah perawat mengganti pampers dan memberinya air putih, tiba-tiba kondisinya memburuk.

"Emang nggak ada riwayat penyakit selain dari pengapuran. Waktu sesak, subuh-subuh langsung dibawa ke IGD. Dan dari IGD pun udah dipasang apa namanya... oksigen, alat-alat oksigen. Tapi, qadarullah memang harus berpulang di jam 6.23 (pagi) beliau berpulang ke Rahmatullah," jelas Fatma.

Selama sepuluh tahun terakhir, kondisi Siti Amanah memang hanya dikeluhkan pengapuran tulang. Itu pun membuatnya harus menggunakan kursi roda dan dibantu perawat. Tak ada penyakit berbahaya lain yang selama ini membayangi.

"Menurut cerita Abah ya, itu cuma ngobrol biasa bangun pagi, ngobrol, Abah ngopi, (Ibu) minum dua teguk air putih, terus sesak. Jadi ini jatuhnya tiba-tiba," tutur Sandra lagi.

Yang membuat duka ini kian terasa perih, Siti Badriah tak sempat berada di sisi ibunya di detik-detik akhir. Ia mendapat kabar darurat saat sedang berada di luar. Meski langsung bergegas, semuanya sudah terlambat.

Ironisnya, pagi itu almarhumah punya rencana bahagia.

"Emang katanya rencana itu tuh mau main ke rumah. Mau pengin nengokin anak-anak katanya, nengokin cucu. Tapi ya gak sempat," kenang Fatma dengan sedih.

Jenazah Siti Amanah kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga dekat rumah duka, sekitar pukul sebelas siang. Rencananya, keluarga akan mengadakan tahlilan selama tujuh hari ke depan untuk mendoakan almarhumah.

Pasca pemakaman, Siti Badriah memutuskan untuk tinggal sementara di rumah orang tuanya. Ia ingin menemani sang ayah yang kini harus menghadapi kesendirian.

"Bapak juga terpukul ya. Kehilangan yang biasanya Bapak sama Emak bareng, tiba-tiba ini harus sendiri. Jadi kita harus tetep nemenin Bapak terus sih," pungkas Fatma.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar