San Mamés bergemuruh malam itu. Tapi gemuruh itu akhirnya mereda, digantikan oleh decak kagum atau mungkin frustrasi menyaksikan tamunya, Barcelona, pulang membawa tiga poin berharga. Ya, Blaugrana menang tipis 1-0. Dan sekali lagi, nama Lamine Yamal yang jadi pembeda.
Pertandingan berjalan ketat sejak wasit meniup peluit awal. Babak pertama? Bisa dibilang seperti adu jotos yang saling menunggu. Bilbao tampil garang, menekan lewat serangan sayap yang bertenaga. Beberapa peluang tercipta, tapi lini belakang Barcelona masih kokoh bertahan.
Di sisi lain, Barcelona lebih memilih bermain sabar. Mereka menguasai bola, mencoba merajut serangan lewat sentuhan-sentuhan Pedri di tengah lapangan. Namun, upaya mereka kerap mentah di depan kotak penalti Bilbao yang dijaga ketat. Hingga turun minum, papan skor tak berubah: 0-0.
Momen Ajaib di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tensi naik. Kedua tim seperti tak mau lagi bermain aman. Lalu, di menit ke-68, momen itu datang.
Gerakan cepat di lini tengah, umpan terukur dari Pedri, dan Lamine Yamal dengan kematian layaknya striker senior mengarahkan bola ke sudut gawang. Gol! San Mamés mendadak hening sejenak.
Itulah satu-satunya gol dalam laga sengit ini. Sebuah momen magis yang memutus kebuntuan dan pada akhirnya menentukan jalannya pertandingan.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Sulsel Sepanjang Minggu
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama
Chelsea Tumbangkan Wrexham 4-2 dalam Laga Sengit Perempat Final Piala FA
FC Groningen Kalahkan Ajax Amsterdam 3-1 dalam Kejutan Eredivisie