Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 10,8 Bulan ke Depan

- Jumat, 06 Maret 2026 | 12:00 WIB
Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 10,8 Bulan ke Depan

Namun begitu, pemerintah mengaku tidak lengah. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi ancaman kekeringan yang bisa dipicu fenomena iklim. Salah satu andalannya adalah program pompanisasi. Tahun lalu, program ini sudah mencakup lahan seluas 1,2 juta hektare, dan tahun ini akan ditambah lagi untuk 1 juta hektare. Belum lagi penyiapan irigasi perpompaan atau irpom untuk 1 juta hektare lahan lainnya.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ungkap Amran.

Kabar baik ternyata tidak berhenti di beras. Komoditas lain seperti ayam dan telur juga dilaporkan dalam kondisi surplus. Ini tentu semakin mengukuhkan stabilitas pangan kita. Bahkan, ketersediaan pupuk unsur penting bagi petani dalam keadaan aman. Harganya pun disebut turun sekitar 20 persen, sebuah penurunan yang bisa memacu semangat bertani.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujarnya.

Lebih jauh, Amran menegaskan ketahanan sektor pertanian nasional. Menurutnya, dinamika geopolitik global dan potensi fenomena seperti El Nino tidak terlalu menggoyahkan posisi Indonesia. Produksi kuat, stok aman. Strategi lain yang digarap adalah optimalisasi lahan rawa yang sudah direhabilitasi. Lahan-lahan ini punya potensi besar untuk tetap menghasilkan padi saat musim kering melanda daerah lain.

Dengan semua langkah konkret itu, Amran menutup pernyataannya dengan keyakinan penuh. “Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar