WASHINGTON Lionel Messi akhirnya muncul juga. Bintang sepak bola Argentina itu, yang terkenal enggan berurusan dengan dunia politik, tiba-tiba saja berjalan berdampingan dengan Donald Trump di Gedung Putih, Kamis lalu. Mereka merayakan gelar juara Inter Miami, klub Amerika milik Messi. Momen itu menghasilkan foto langka yang pasti sangat disukai presiden AS itu.
Memang, sudah jadi tradisi bagi presiden AS untuk menyambut para juara olahraga. Tapi kunjungan Messi kali ini lain cerita. Ia punya riwayat panjang menghindari undangan presiden, apa pun alasannya. Media olahraga bahkan sempat ramai berspekulasi: akankah dia benar-benar datang?
Ingat Januari 2025? Saat itu Messi menolak ajakan Presiden Joe Biden untuk menerima Medali Kebebasan Presiden. Alasan resminya, bentrok jadwal.
Nah, Trump jelas sangat menikmati situasi ini. Bisa menerima tamu VIP yang gagal didatangkan oleh pendahulunya tentu memberi kepuasan tersendiri.
"Merupakan hak istimewa saya untuk mengatakan apa yang belum pernah dikatakan presiden Amerika mana pun sebelumnya: 'Selamat datang di Gedung Putih, Lionel Messi,'" ujar Trump.
Hubungan Messi dengan politik di tanah airnya sendiri pun rumit. Saat Argentina juara Piala Dunia 2022 puncak karier Messi tim nasional justru mengabaikan undangan Presiden Alberto Fernandez. Fernandez ingin mereka merayakannya dari balkon istana kepresidenan, tapi para pemain memilih lain.
Bahkan, saat tiba di Buenos Aires, Messi menghindari menteri Fernandez yang menyambut di bandara. Ia langsung dikawal rombongannya pergi. Parade kemenangan waktu itu benar-benar kacau, dipadati jutaan fans. Situasinya sampai memaksa Messi dan kawan-kawan dievakuasi pakai helikopter.
Yang menarik, Presiden Argentina sekarang, Javier Milei, juga tak lebih beruntung. Padahal dia sekutu utama Trump di Amerika Latin. Tetap saja, dia gagal mendapatkan foto selfie dengan sang legenda yang punya 512 juta pengikut Instagram itu.
Padahal, November lalu mereka sempat hadir di acara yang sama di Miami. Milei memuji Messi, tapi pulang tanpa foto yang pasti diidamkan banyak politisi Argentina.
Sebenarnya, posisi Messi di Argentina beberapa bulan terakhir ini agak canggung. Milei secara terbuka mengkritik Claudio "Chiqui" Tapia, ketua asosiasi sepak bola Argentina (AFA) yang dikenal dekat dengan Messi.
Perseteruan Milei dan Tapia sudah berlangsung tahunan. Intinya, Milei ingin memprivatisasi struktur kepemilikan klub-klub Argentina, sebuah rencana yang ditentang mati-matian oleh AFA. Messi sendiri memilih diam, tak pernah berkomentar soal ini.
Di sisi lain, Tapia juga sedang dalam sorotan. Dia diselidiki atas tuduhan korupsi terkait properti mewahnya yang dilengkapi helipad di pinggiran Buenos Aires. Desember lalu, dia melaporkan pendapatan tahunan sekitar 584 ribu dolar AS dari berbagai jabatannya.
Ketegangan ini makin memanas. Begitu parahnya, sampai-sampai Milei memutuskan absen dari acara Piala Duniah Trump di Washington Desember lalu, hanya karena Tapia juga diundang.
Memang, Messi bukan tak pernah bertemu pemimpin dunia. Tapi biasanya terjadi di pinggir lapangan Piala Dunia, bukan di istana kepresidenan. Pengecualian mungkin pada 2014, saat ia bersama tim nasional menemui Presiden Cristina Kirchner setelah kalah final dari Jerman.
Kembali ke momen di Gedung Putih. Inter Miami, klub yang dibelanya, memenangkan gelar Major League Soccer Desember lalu. Ini terjadi sekitar dua setengah tahun setelah Messi hijrah ke AS, usai meraih segudang gelar dan memecahkan rekor di Eropa.
"Ada lebih banyak tekanan yang diberikan kepada Anda karena Anda diharapkan untuk menang," tambah Trump, sambil menatap Messi.
Pertemuan singkat itu pun berakhir. Tapi foto Messi dan Trump di Ruang Timur Gedung Putih sudah tersebar ke seluruh dunia. Sebuah gambar yang, bagaimanapun, tetap menjadi pengecualian dalam sikap apolitik yang konsisten ditunjukkan sang maestro.
Artikel Terkait
Camavinga Tegaskan Komitmen Bertahan di Real Madrid
Persijap Jepara Kalahkan Semen Padang, Papan Bawah BRI Liga 1 Makin Sengit
Moh Zaki Ubaidillah Siap Sambut Debut Tak Terduga di Piala Thomas 2026
Arsenal Dikabarkan Incar Lucas Bergvall, Bintang Muda Tottenham di Tengah Ancaman Degradasi