Pekanbaru Suasana apel di Mapolda Riau, Kamis (30/4/2026), terasa sedikit berbeda pagi itu. Bukan sekadar laporan kesiapan pasukan, ada momen yang bikin sejumlah personel tersenyum lebar. 268 orang terdiri dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan Tenaga Harian Lepas (THL) akhirnya menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan langsung dari tangan Kapolda.
Idenya? Memberi jaminan sosial buat mereka yang selama ini mungkin kurang tersentuh. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, memimpin langsung acara ini. Turut hadir juga anggota Komisi IX DPR RI, Maharani, dan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau, Hengky Rhosidien. Mereka semua duduk di barisan depan, menyaksikan satu per satu kartu diserahkan.
Di sisi lain, ini bukan cuma seremoni serah-terima biasa. Menurut Kapolda, langkah ini adalah bentuk nyata bahwa institusi Polri nggak cuma mikirin anggota aktif di lapangan, tapi juga mereka yang berstatus non-ASN. “Ini momen membahagiakan,” ujarnya.
“Ada 268 personel kita, P3K dan THL, yang sekarang terdaftar. Kami juga berterima kasih ke Pak Hengky dan tim yang sudah membantu menjembatani kebutuhan rekan-rekan kita,” kata Irjen Herry Heryawan dalam sambutannya. Ia menekankan, keberadaan P3K dan THL bukan pelengkap mereka bagian integral dari Polri. Harus diperlakukan setara.
“Rekan-rekan P3K dan THL adalah bagian dari kita semua. Human solidarity mengajarkan kita untuk terus memberikan rasa keadilan kepada seluruh anggota,” imbuhnya. Kalimat itu disambut tepuk tangan.
Kapolda juga berharap program ini nggak berhenti di sini. Ia ingin perlindungan ketenagakerjaan menjangkau semua satuan wilayah, sampai tingkat Polres. “Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan. Ini penting untuk memastikan seluruh personel dapat perlindungan yang layak,” tambahnya. Ia juga nggak lupa mengapresiasi Biro SDM Polda Riau yang bergerak cepat merealisasikan program ini.
Sementara itu, dari sisi penerima, ada cerita lain. Eva Susanti Nasution, salah satu perwakilan P3K, bicara dengan nada sedikit bergetar. “Kami sangat bersyukur. Program ini sangat berarti, apalagi masa kerja kami masih relatif baru. Ini jadi jaminan buat masa tua kami ke depan,” ujarnya.
Eva juga menyampaikan terima kasih langsung. “Terima kasih kepada Bapak Kapolda, Karo SDM, dan seluruh pejabat utama Polda Riau atas perhatian yang diberikan,” pungkasnya.
Program ini memang diharapkan jadi langkah berkelanjutan. Bukan cuma soal kartu, tapi soal rasa aman. Dan siapa sangka, dari sebuah apel pagi, 268 orang pulang dengan harapan baru bahwa masa depan mereka, meski tak lagi muda nanti, tetap ada yang menjamin.
Artikel Terkait
DPRD DKI Apresiasi Program Sekolah Gratis, Dorong Pemerataan dan Penambahan Jumlah Sekolah
Persik Kediri Kembali Pindah Kandang ke Gresik, Catatan Buruk di Stadion Gelora Joko Samudro
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca 1 Mei 2026, Sejumlah Kota Diguyur Hujan Ringan hingga Petir
Pengadilan Banding Selandia Baru Tolak Banding Pelaku Penembakan Masjid Christchurch