Muhammad Tito Karnavian punya target yang jelas. Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera itu menegaskan, pemerintah ingin agar tak ada lagi pengungsi yang terpaksa menghuni tenda menjelang Lebaran 2026 nanti. Mereka adalah korban bencana yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Caranya? Dengan mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara, plus menyalurkan bantuan seperti Dana Tunggu Hunian. Upaya ini digenjot habis-habisan.
"Apapun kita berusaha," tegas Tito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2026).
"Kemarin rapat, supaya sebelum lebaran target kita tidak ada lagi pengungsi di tenda."
Pernyataan itu ia sampaikan saat blusukan ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, meninjau huntara dan menyerahkan bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi. Menurutnya, pemindahan pengungsi dari tenda ke tempat yang lebih layak terus didorong. Hasilnya, jumlah mereka yang masih bertahan di tenda menyusut cukup drastis.
"Yang masih ada di tenda itu ada di Aceh dan Sumut," ujar Tito.
"Terutama di Tapteng dan Tapsel. Sementara di Aceh ada di beberapa daerah dan di Sumbar nol. Semua tidak ada lagi yang ada di tenda."
Ia melanjutkan, "Semua di huntara atau dana tunggu hunian."
Artikel Terkait
Pemprov Kaltim Klarifikasi: Range Rover Viral Milik Pribadi Gubernur, Bukan Mobil Dinas
Menteri ESDM Pastikan Stok Minyak Nasional Aman di Tengah Ketegangan Global
IKA Unhas Gelar Buka Puasa Bersama Jurnalis untuk Pererat Silaturahmi
Kremlin Tegaskan Belum Ada Permintaan Bantuan Militer dari Iran