Di sisi lain, jenazah Bertrand telah dimakamkan. Pihak kepolisian menyatakan sudah menemui keluarga almarhum untuk menyampaikan perkembangan kasus. Mereka berjanji prosesnya akan transparan, tidak ditutup-tutupi.
"Kami juga sudah bertemu dengan keluarga. Jadi kalau ada yang bilang ini ditutup-tutupi, tidak. Selesai jenazah dilakukan autopsi dan sudah dibawa ke rumah duka,"
Kata Arya menegaskan.
Penyidikan, menurutnya, akan berjalan profesional. Pemeriksaan terhadap oknum yang diamankan akan dilakukan secara mendalam.
Menurut penelusuran awal, insiden ini berawal dari patroli rutin usai Salat Subuh untuk menjaga keamanan selama Ramadan. Petugas mendapat laporan soal tawuran di Jalan Toddopuli Raya, Panakkukang.
"Di lokasi ada anak-anak yang sedang ramai, sekitar puluhan orang begitu melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan masyarakat dengan senjata (mainan) atau peluru gel,"
Ungkap Kapolrestabes menggambarkan situasi saat itu.
Saat petugas membubarkan kerumunan, korban disebut melakukan tindakan kurang pantas terhadap seorang warga yang melintas. Bertrand pun langsung diamankan.
"Almarhum Betrand sedang melakukan tindakan yang kurang pantas kepada salah satu warga. Sehingga begitu turun (dari mobilnya) korban langsung dipegang,"
Jelasnya.
Dalam situasi mencekam itu, oknum polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Kelompok remaja lainnya pun bubar. Namun, ketika korban diduga berusaha melawan, senjata api itu tidak sengaja meletus.
"Senjata apinya tidak sengaja meletus dan mengenai bagian tubuh di bagian pantatnya,"
Demikian kesaksian Arya yang menutup penjelasannya. Kasus ini masih terus diselidiki, meninggalkan tanda tanya besar dan duka yang mendalam bagi keluarga.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Dua Motor di Bone, Diduga Bagian Sindikat
Polisi Tangkap Kakak Tiri Pelaku Pembunuhan Bocah SD di Bandung Barat
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Makassar dan Sebagian Besar Sulsel Seharian
KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Dalih Bukan Birokrat Dinilai Tak Masuk Akal