ASDP Hentikan Sementara Layanan Penyeberangan ke Bali untuk Hormati Nyepi

- Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40 WIB
ASDP Hentikan Sementara Layanan Penyeberangan ke Bali untuk Hormati Nyepi

Menyambut Hari Raya Nyepi di Bali, PT ASDP Indonesia Ferry akan menghentikan sementara layanan penyeberangan di beberapa pelabuhan. Ini bukan sekadar penyesuaian jadwal biasa, melainkan bentuk penghormatan mendalam terhadap hari suci umat Hindu dan nilai-nilai kearifan lokal. Transportasi nasional, pada akhirnya, harus berjalan selaras dengan budaya masyarakat yang dihidupinya.

Kebijakan ini diambil berdasarkan surat dari Kementerian Perhubungan, tepatnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Tujuannya jelas: menjaga ketertiban dan menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Pulau Dewata. Namun begitu, keputusan ini juga punya pertimbangan praktis. Momentum Nyepi tahun ini berdekatan dengan periode puncak Arus Balik Lebaran 2026, yang diprediksi bakal ramai sekali.

Lalu, kapan tepatnya penutupan itu berlaku? Rinciannya begini. Di Pelabuhan Ketapang, operasi berhenti dari 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Gilimanuk menyusul dari 19 Maret pukul 05.00 WITA sampai 20 Maret pukul 06.00 WITA. Sementara di Lombok, Pelabuhan Lembar tutup dari 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA. Terakhir, Padangbai berhenti beroperasi dari 19 Maret pukul 04.00 WITA sampai 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, bilang pemerintah sudah menyiapkan skema khusus untuk mengatur lalu lintas pada rentang 13 hingga 29 Maret nanti. Mereka bakal mengoptimalkan Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Tak hanya itu, rute alternatif seperti Tanjung Wangi-Gilimas dan Jangkar-Lembar juga akan dioperasikan.

“Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,”

ujar Aan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).

Di sisi lain, ada juga skema delaying system yang akan diterapkan di titik-titik buffer zone, baik di tol maupun jalan biasa. Bahkan, diterapkan pula pengaturan geofencing dengan radius 2,65 km dari Pelabuhan Ketapang dan 2 km dari Pelabuhan Gilimanuk untuk mengendalikan kepadatan.

Antisipasi Ramai dan Cuaca

Nah, soal kesiapan operasional, ASDP sendiri mengklaim sudah siap siaga. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan komitmennya untuk keselamatan penumpang.

“Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,”

tegas Heru.

Koordinasi dengan BMKG juga diperketat. Pasalnya, cuaca ekstrem masih mengintai. BMKG memprediksi hujan intensitas tinggi masih mungkin terjadi di Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter juga diperkirakan terjadi di perairan selatan Jawa hingga NTT sekitar Maret-April.

Untuk mengantisipasinya, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk bantu manuver kapal feri jika angin dan arus terlalu kuat. Kapasitas juga ditambah. Di lintasan Ketapang-Gilimanuk saja, jumlah kapal operasional dinaikkan dari 28 menjadi 32 unit.

Proyeksi kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan memang signifikan. Secara nasional, ASDP memperkirakan ada sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan yang akan bergerak. Khusus arus menuju Bali, penumpang diprediksi naik 10% dan kendaraan tumbuh 9,3%. Arus sebaliknya dari Bali ke Jawa juga diproyeksikan meningkat, dengan pertumbuhan sekitar 9,5% untuk penumpang dan 8,7% untuk kendaraan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa untuk menangani lonjakan ini, mereka bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Ketapang dan 250 personel di Gilimanuk. Personel ini akan disebar di pelabuhan, buffer zone, dan titik-titik krusial lainnya.

Windy juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dari jauh-jauh hari.

“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,”

imbuhnya.

Dia mengingatkan, tiket sudah bisa dipesan via aplikasi Ferizy sejak H-60. Lewat platform digital ini, penumpang dapat fleksibilitas seperti refund dengan potongan 25% atau reschedule dengan potongan 10%, yang sangat membantu jika ada perubahan rencana akibat cuaca.

Dengan segala persiapan yang telah diperkuat mulai dari penambahan kapal, personel, hingga dukungan layanan digital ASDP berharap bisa menghadirkan perjalanan penyeberangan yang tak cuma lancar, tapi juga aman dan nyaman bagi semua masyarakat yang mudik Lebaran tahun ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar