Mahfud MD: Fikih adalah Produk Ijtihad, Boleh Berbeda Tafsir

- Senin, 02 Maret 2026 | 00:00 WIB
Mahfud MD: Fikih adalah Produk Ijtihad, Boleh Berbeda Tafsir

"Tapi, apakah itu boleh? Boleh. Bagus juga, kan, fungsinya mengingatkan orang untuk makan sebelum subuh," ujarnya.

"Kalau setelah imsak orang masih mau makan, ya tidak apa-apa."

Bahkan, ia mengajak kita melihat sejarah. Nabi Muhammad SAW pernah melarang Bilal untuk segera adzan subuh. Kenapa? Karena saat itu masih ada orang yang sedang menyantap sahurnya. Bagi Mahfud, momen kecil ini menunjukkan betapa tolerannya Rasulullah dalam praktik ibadah.

Ia juga berbagi pengamatan. Siapa yang pernah ke Mekkah, pasti tahu. Di sana tak pernah ada pengumuman waktu imsak. Justru, karena banyaknya tafsir, ada saja orang yang baru mulai makan sahur tepat saat adzan subuh berkumandang, dan berhenti ketika adzan itu selesai.

Pemandangan di tanah suci itu, katanya, adalah gambaran sempurna.

"Coba lihat di Mekkah. Macam-macam orang dari berbagai penjuru dunia menafsirkan ajaran Islam dalam fiqhnya berdasar kebutuhannya masing-masing," papar Mahfud.

"Oleh sebab itu, jangan terlalu fanatik. Yang penting hatinya. Niatnya untuk beragama dengan sungguh-sungguh. Itu kuncinya."

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar