Di tengah memanasnya situasi geopolitik global, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warganya untuk tetap tenang. Ketegangan antara AS dan Israel dengan Iran memang menciptakan ketidakpastian, namun Pramono meyakinkan bahwa stok pangan di Ibu Kota, terutama jelang Idul Fitri 2026, masih dalam kondisi aman dan stabil.
“Kita sebentar lagi menyambut Lebaran. Untuk kebutuhan utama seperti cabai keriting, beras, dan daging, stoknya lebih dari cukup saat ini,” ujar Pramono.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri JIS Ramadan Fest 2026 di Jakarta Utara, Minggu lalu.
Dia mengakui, persoalan daging kerap menjadi titik krusial setiap mendekati hari raya. Tapi kali ini, situasinya berbeda.
“Yang selalu jadi persoalan di Jakarta ya masalah daging itu. Alhamdulillah, sekarang stoknya aman,” ucapnya lagi.
Menurut pantauannya, harga-harga di sejumlah pasar utama di Jakarta juga belum menunjukkan lonjakan yang berarti. Padahal, tekanan dari luar negeri jelas ada. “Kenaikan harga signifikan belum terjadi, dan mudah-mudahan tidak terjadi. Saya akan terus pantau, semoga inflasi bisa kita kendalikan,” kata Pramono.
Namun begitu, dia tidak menampik adanya risiko. Pramono mengakui bahwa gejolak global ini berpotensi mengganggu distribusi energi dunia. Salah satu titik rawan yang dia waspadai adalah Selat Hormuz.
“Kalau nanti Selat Hormuz sampai ditutup, dampaknya akan langsung terasa. Rantai pasokan bakal terganggu dan harga-harga pasti ikut naik,” jelasnya.
Jadi, meski memberi sinyal aman untuk pasokan pangan lokal, Pramono tetap menyoroti ancaman dari faktor eksternal yang bisa mempengaruhi stabilitas ekonomi ke depannya.
Artikel Terkait
Polisi Kumpulkan Barang Bukti Awal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Grup Chat Mahasiswa FH UI
Kemlu Selesaikan Evakuasi Tahap Ketiga, 45 WNI Dipulangkan dari Iran
Oky Pratama Bantah Terlibat Bullying dan Klaim Belum Dipanggil Polisi
Kebakaran Besar Landa Kilang Minyak Penting di Geelong, Pasokan Energi Australia Terancam