Iran mengklaim telah menembak jatuh sepuluh drone canggih yang terbang di wilayahnya hari ini. Jumlah ini menambah daftar panjang, dengan total 22 unit drone Hermes yang diduga berasal dari Amerika Serikat dan Israel yang sudah dijatuhkan.
Menurut sejumlah saksi, otoritas setempat menyebut momen ini sebagai perlawanan skala penuh. Mereka bertekad untuk membalas, dan balasannya akan sekuat mungkin.
Yang menarik, Iran mengaku belum mengerahkan semua kemampuannya. Masih ada sistem rudal canggih yang mereka simpan. Peringatan pun dilayangkan: AS dan Israel bakal membayar mahal di kemudian hari atas serangan-serangan yang dilakukan.
Konflik kali ini digambarkan sangat berbeda. Para pemimpin di Tehran menyebutnya sebagai perang eksistensial. Dalam perang seperti ini, kata mereka, tidak ada ruang untuk mundur atau kompromi. Mereka bersumpah tak akan menyerah sampai menunjukkan kemampuan mempertahankan diri, martabat, dan kemerdekaan yang mereka pegang teguh.
Kapal Induk AS Jadi Sasaran
Sebelum kabar tembakan drone ini, situasi sudah memanas. Garda Revolusi Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln.
Artikel Terkait
InJourney Airports Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026 hingga 5 Maret
Iran Hadapi Kekosongan Kekuasaan, Majelis Pakar Dipercepat Cari Pengganti Khamenei
Iran Hadapi Masa Transisi Krusial Pasca-Wafatnya Pemimpin Tertinggi Khamenei
Drama Kolosal Pursuit of Jade Tayang Perdana 6 Maret 2026