Iran mengklaim telah menembak jatuh sepuluh drone canggih yang terbang di wilayahnya hari ini. Jumlah ini menambah daftar panjang, dengan total 22 unit drone Hermes yang diduga berasal dari Amerika Serikat dan Israel yang sudah dijatuhkan.
Menurut sejumlah saksi, otoritas setempat menyebut momen ini sebagai perlawanan skala penuh. Mereka bertekad untuk membalas, dan balasannya akan sekuat mungkin.
Yang menarik, Iran mengaku belum mengerahkan semua kemampuannya. Masih ada sistem rudal canggih yang mereka simpan. Peringatan pun dilayangkan: AS dan Israel bakal membayar mahal di kemudian hari atas serangan-serangan yang dilakukan.
Konflik kali ini digambarkan sangat berbeda. Para pemimpin di Tehran menyebutnya sebagai perang eksistensial. Dalam perang seperti ini, kata mereka, tidak ada ruang untuk mundur atau kompromi. Mereka bersumpah tak akan menyerah sampai menunjukkan kemampuan mempertahankan diri, martabat, dan kemerdekaan yang mereka pegang teguh.
Kapal Induk AS Jadi Sasaran
Sebelum kabar tembakan drone ini, situasi sudah memanas. Garda Revolusi Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln.
"Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,"
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka yang dikutip media lokal, Minggu lalu. Serangan ini disebut sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang menjadi korban serangan gabungan AS dan Israel.
Mereka bahkan mengeluarkan peringatan keras, bahwa wilayah darat dan laut akan berubah jadi kuburan bagi musuh-musuhnya.
USS Abraham Lincoln sendiri diketahui telah beroperasi di perairan Laut Arab sejak akhir Januari. Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari militer AS terkait tingkat kerusakan atau adanya korban jiwa akibat serangan tersebut.
Semuanya berawal dari operasi yang dijuluki "Epic Fury" oleh AS dan Israel pada Sabtu lalu. Serangan itu merenggut nyawa sejumlah petinggi Iran, termasuk Khamenei, plus ratusan warga sipil.
Iran tak tinggal diam. Mereka langsung meluncurkan serangan balasan pada hari yang sama, dan berlanjut ke hari Minggu. Sasaran balasan mereka bukan cuma aset militer, tapi juga Riyadh serta provinsi Timur Arab Saudi.
Artikel Terkait
BWF Resmi Ubah Format Turnamen Super 1000, Durasi Diperpanjang hingga 11 Hari
Kejaksaan Agung Dinilai Berani Bongkar Korupsi di Badan Gizi Nasional, Beri Peringatan Keras ke Pengelola Program MBG
Trump Tegaskan Tak Akan Cairkan Aset Iran Sebelum Ada Kesepakatan
Imigrasi Perketat Pengawasan WNA Usai Pengungkapan Kasus Love Scamming di Semarang